Menlu Jerman Ungkap AS dan Iran Segera Bertemu di Pakistan

by
Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Johann Wadephul. (Foto: google)

BERITABUANA.CO, BERLIN – Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Johann Wadephul mengemukakan, bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran sudah menjalin komunikasi secara tidak langsung beberapa waktu terakhir, saat perang terus berkecamuk. Hasil komunikasi itu perwakilan kedua negara berencana untuk segera melakukan pertemuan, yang diperkirakan akan digelar di Pakistan.

Informasi tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (27/3/2026), disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Johann Wadephul dalam wawancara dengan radio Deutschlandfunk pada Jumat (27/3) waktu setempat.

“Berdasarkan informasi saya, telah ada kontak tidak langsung, dan persiapan telah dilakukan untuk bertemu secara langsung. Tampaknya itu akan segera terjadi di Pakistan,” kata Wadephul dalam wawancara tersebut.

Namun sejauh itu, belum ada pernyataan langsung dari AS maupun Iran mengenai rencana pertemuan di Pakistan tersebut. Namun diketahui bahwa Pakistan, bersama Mesir dan Turki, berperan sebagai salah satu mediator untuk AS dan Iran dalam upaya negosiasi untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.

Islamabad telah mempertahankan kontak langsung dengan Washington dan Teheran ketika saluran komunikasi semacam itu dibekukan untuk sebagian besar negara lainnya. Pakistan juga dipandang sebagai tempat yang mungkin jika perundingan damai digelar nantinya.

Baru-baru ini, pemerintahan Presiden AS Donald Trump menawarkan proposal gencatan senjata, yang berisi 15 poin sebagai syarat, kepada Iran. Proposal itu dikirimkan melalui Pakistan sebagai perantara kedua negara yang berkonflik.

Proposal gencatan senjata dari AS itu, menurut sumber kabinet Israel yang mengetahui isinya, menyerukan penghapusan stok uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, penghentian pengayaan uranium, pembatasan program rudal balistik, dan pemutusan pendanaan untuk sekutu-sekutu regional Teheran.

Beberapa waktu terakhir, Trump mengatakan bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan dengan AS. Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Teheran sedang mengkaji proposal Washington, tetapi tidak ada niat untuk melakukan pembicaraan untuk mengakhiri perang. (Kds)