BERITABUANA.CO, JAKARTA – Mengantisipasi masih tingginya kebutuhan transaksi nasabah selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah, 14-24 Maret 2026, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) menyiapkan layanan operasional terbatas di 162 kantor cabang di berbagai wilayah. Daftar lengkap outlet layanan terbatas dapat diakses melalui www.bankbsi.co.id.
Dalam keterangannya seperti dikutip Jumat (13/3/2026), Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan outlet tersebut dapat melayani sejumlah transaksi. Antara lain pembukaan rekening, pemblokiran kartu ATM, setoran dan penarikan tunai, hingga transfer antarrekening BSI.
Untuk memudahkan daftar lengkap outlet layanan terbatas dapat diakses melalui www.bankbsi.co.id.
Tetapi, meski telah menyediakan layanan operasional terbatas, Anggoro mendorong nasabah untuk memanfaatkan layanan digital melalui superapps BYOND. Layanan digital itu, menyediakan fitur transaksi yang lengkap, termasuk tarik tunai tanpa kartu di ATM BSI maupun di jaringan ritel.
BSI mengoptimalkan seluruh jaringan layanan yang dimiliki, baik kanal digital maupun jaringan fisik yang tersebar di dalam dan luar negeri.
“Menjelang libur Idul Fitri 1447 H, BSI memastikan seluruh kanal layanan siap melayani kebutuhan nasabah kapan pun dan di mana pun,” kata Anggoro Eko Cahyo lagi.
BSI mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND, BSI Call 14040, lebih dari 6.000 unit ATM dan CRM, sekitar 126 ribu BSI Agen. Juga ada jaringan pembayaran melalui BSI QRIS dan EDC yang dapat diakses secara realtime.
Penting diketahui, selain kesiapan layanan digital, BSI juga mengalokasikan dana tunai sekitar Rp45 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama periode Ramadan 2026 hingga libur Lebaran. Dana sebanyak itu ditempatkan di mesin ATM dan kas cabang operasional.
Menurut Anggoro komitmen BSI untuk tetap menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah selama periode libur Lebaran.
“Kami siap melayani kebutuhan nasabah selama periode libur Idul Fitri sebagai bagian dari komitmen BSI untuk terus melayani sepenuh hati,” ujarnya.
Satu hal di tengah tren peningkatan transaksi, Anggoro juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bank. Penting untuk memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi Bank Syariah Indonesia sebelum mengambil keputusan. (Osc).







