BERITABUANA.CO, MALANG- Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), KH.Mochamad Irfan Yusuf menghadiri langsung acara ‘Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama’ di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur.
Gus Irfan begitu biasa disapa mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan puncak peringatan satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) pada 31 Januari 1926 atau 100 Tahun kalender masehi.
“Harapan KH. Hasyim Asy’ari mendirikan NU adalah sebagai wadah untuk menjaga dan membimbing umat. Harapan ini menjadi tantangan kita saat ini untuk meneruskannya,” kata Gus Irfan sebagaimana dilihat dari akun resmi Instagramnya @gus.irfanyusuf, Minggu (8/2/2026).
“Dengan persatuan Ulama dan Umara kita bisa untuk merawat jagat membangun peradaban,” sambung Gus Ifan yang juga cucu dari pendiri NU, Hadratussyaikh KH.Hasyim Asy’ari ini dalam cuitannya.
Seperti diketahui, puncak acara ‘Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama’ di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Merasakan Kesejukan
Dalam kesempatan ini, Presiden didampingi oleh para pembantunya di Kabinet Merah Putih seperti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah, KH. Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Menteri PPPA Arifatul Fauzi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
“Setiap kali saya berada di tengah-tengah NU, saya selalu bahagia, saya selalu semangat, karena saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati Saudara-saudara dan Saudari-saudari sekalian,” ucap Presiden Prabowo saat menyampaikan sambutannya, Minggu (8/2/2026).
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa berada di tengah-tengah NU selalu merasakan semangat persatuan, guyub dan kedamaian.
“Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, semangat ingin menegakkan kedamaian. Saya merasakan harapan, saya merasakan harapan atas bangsa negara yang adil. Apalagi tadi, saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini. Luar biasa kekuatan emak-emak ini,” ujar Presiden Prabowo yang langsung disambut tepuk tangan undangan yang hadir.
Ia pun mengaku menjadi lebih berani saat berada di tengah-tengah NU, para kiai dan ulama besar. Menurutnya, berani untuk berbakti dan membela rakyat Indonsia.
“Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah kiai apalagi ada kiai-kiai besar, ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk, lebih berani untuk berbakti, mengabdi dan membela rakyat Indonesia seluruhnya,” tegas Presiden Prabowo berapi-api. (Fadloli)









