20 Hari Digembleng di ‘Barak’, Wamenhaj Apresiasi Petugas Haji Mampu Jalin Kekompakan dan Rentang Komando

by
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak usai pengukuhan Petugas PPIH 2026 di Lapangan Galaxi, Markas Komando Daerah Angkatan Udara (Makodau) I, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jum’at (30/1/2026). FOTO: MCH Kemenhaj

BERITABUANA. CO, JAKARTA- Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026 yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah RI menjadi sejarah pertama penyelenggaraan ibadah Haji di Indonesia. Sebab, sebelumnya pelatihan bagi para petugas haji dilakukan tidak lebih dari satu minggu.

Diklat PPIH Tahun 2026 ini dilakukan kurang lebih selama 20 hari dari tanggal 10-30 Januari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Selanjutnya, diklat dilakukan secara online pada 2-11 Februari 2026.

“Pertama dalam sejarah pemerintahan Presiden Prabowo itu melakukan pembinaan secara serius terhadap petugas haji. Karena salah satu kritik publik yang paling sering itu adalah dedikasi, disiplin dari para petugas haji, ” kata Wamenhaj Dahnil usai pengukuhan Petugas PPIH 2026 di Lapangan Galaxi, Markas Komando Daerah Angkatan Udara (Makodau) I, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jum’at (30/1/2026).

Karenanya, lanjut Wamenhaj, Presiden Prabowo memerintahkan Kemenhaj untuk merubah pola rekrutmen dan pola Diklat terhadap calon petugas haji. “Nah, mereka selama ini kan hanya diklat paling tiga hari itu pun cuma bimbingan teknis. Nah kalau ini mereka didiklat selama satu bulan. 20 hari di barak kemudian 10 hari itu nanti daring, ” ucapnya.

” 20 hari di barak itu mereka (petugas haji) dilatih secara semi-militer terutama kedisiplinan, rentang komando, kemudian kekompakan dan Alhamdulillah mereka bonding nih sekarang. Jadi kompak, mereka paham rentang komando, tadi teman-teman lihat sendiri mereka bahkan bapak-bapak yang militer juga aneh ini kok bisa tertib dan rapi, ” sambung mantan Ketum Pemuda PP Muhammadiyah ini.

Ia pun memberikan apresiasi kepada para petugas haji yang mengikuti diklat PPIH 2026. “Rata-rata mereka orang-orang sipil dengan latar belakang profesi yang beda-beda. Ada yang dokter, dosen, bahkan profesor. Ada juga tentara polisi, dan macam-macam. Tapi mereka bisa bonding (bangun ikatan kekompakan)” ujarnya.

Wamenhaj berharap diklat yang dilakukan oleh Kemenhaj ini bisa menjawab kritik publik selama ini terkait orang-orang yang ‘Nebeng Naik Haji’.

“Jadi konsentrasi kami itu adalah ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji bukan orang-orang yang nebeng naik haji karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim dan Alhamdulillah evaluasi saya, saya terima kasih dengan bapak-bapak dari TNI-Polri yang terlibat langsung membangun tim yang kuat ini untuk petugas haji, ” tutupnya. (Fadloli)