BRI Mendata LinkUMKM Jangkau Hampir 15 Juta Pelaku UMKM Sepanjang 2025

by
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatat bahwa LinkUMKM, telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM hingga akhir tahun 2025. FOTO: AyoIndonesia.com/BRI.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatat bahwa LinkUMKM, telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM hingga akhir tahun 2025.

BRI mendata platform pelatihan usaha berbasis digital yang telah menjangkau hampir 15 juta pelaku UMKM itu, hadir sebagai sarana pendampingan usaha secara daring. Mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026), menyampaikan bahwa LinkUMKM dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dalam mengakses informasi pasar, sekaligus meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.

BRI mencatat platform dirancang agar pelaku UMKM dapat memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan tahapan dan kebutuhan bisnisnya.

“LinkUMKM membuka kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar usaha hingga peningkatan kapasitas untuk naik kelas,” kata Akhmad.

Keberadaan platform LinkUMKM diharapkan dapat membantu UMKM mengelola usahanya secara lebih terstruktur dan adaptif terhadap perubahan.

LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi. Yaitu, UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB sebagai dukungan administrasi dan legalitas usaha.

Pada fitur UMKM Smart, LinkUMKM menghadirkan “self-assessment naik kelas” yang membantu pelaku usaha mengenali kapasitas bisnis melalui sistem scoring digital.

Tersedia juga fitur Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bisnis yang mempertemukan UMKM dengan mentor dan coach profesional.

Sesuai hasil penilaian diketahui pelaku UMKM akan memperoleh rekomendasi pelatihan sesuai dengan kelas usahanya, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, ataupun modern. (Osc).