BERITABUANA.CO, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta memberi perhatian lebih serius terhadap kesejahteraan Satuan Tugas (Satgas) Dinas Sumber Daya Air (SDA) yang bekerja ekstra di lapangan menghadapi cuaca ekstrem dan ancaman banjir. Beban kerja fisik yang tinggi, terutama akibat banyaknya pekerjaan swakelola, dinilai berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan petugas.
Permintaan tersebut disampaikan Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Hj. Nabilah Aboebakar Alhabsyi, dalam rapat kerja Komisi D bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membahas evaluasi hasil reses tahun 2025 serta rencana pelaksanaan reses berikutnya.
Nabilah menyoroti pola kerja Satgas SDA yang hampir setiap hari berpindah dari satu titik ke titik lain untuk menangani saluran air, genangan, hingga potensi banjir. Kondisi tersebut, menurut dia, diperberat dengan pekerjaan yang banyak dilakukan secara swakelola sehingga mengandalkan tenaga fisik petugas lapangan.
“Kalau swakelola, berarti teman-teman Satgas SDA kerjanya luar biasa. Mereka bekerja fisik terus-menerus, bahkan di tengah cuaca yang tidak menentu dan ekstrem,” ujar Nabilah dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (24/1/2026).
Ia menilai, tanpa dukungan kesejahteraan yang memadai, risiko kelelahan kerja hingga penurunan keselamatan petugas di lapangan akan semakin tinggi. Hal ini pada akhirnya berpotensi memengaruhi efektivitas pengendalian banjir di Jakarta.
Karena itu, Nabilah meminta Pemprov DKI mempertimbangkan pemberian insentif tambahan serta pengaturan lembur bagi Satgas yang bekerja dengan beban fisik tinggi, khususnya petugas SDA. Ia juga meminta agar aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta.
Selain soal insentif, Nabilah mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi kesehatan petugas lapangan. Ia menyebut adanya laporan petugas yang harus mendapatkan penanganan medis akibat kelelahan kerja.
“Tadi pagi saya dengar ada petugas yang sampai masuk IGD. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata dia.
Menurut Nabilah, kesejahteraan Satgas lapangan merupakan elemen krusial dalam menjaga kualitas pelayanan publik, terutama di sektor kebencanaan dan pengelolaan lingkungan. Dukungan yang memadai, kata dia, tidak hanya berdampak pada kondisi kerja petugas, tetapi juga menentukan tingkat kesiapsiagaan Jakarta menghadapi musim hujan.
Ia menegaskan, tanpa perlindungan dan apresiasi yang seimbang dengan beban tugas, kemampuan respons cepat di lapangan berisiko melemah di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem. ***







