BERITBUANA. CO, JAKARTA– Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), KH. Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) proses pendidikan dan latihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026).
Gus Irfan begitu biasa disapa melakukan sidak ke beberapa fasilitas yang ditempati peserta Diklat seperti tempat istirahat (asrama tempat tinggal) hingga menu makan.
“Saya datang tanpa pemberitahuan. Jadi, mereka (peserta diklat) pada kaget,” kata Gus Irfan saat memberikan keterangan usai memimpin Apel Gabungan Diklat PPIH 2026 di Gedung Serbaguna 2, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Gus Irfan menilai menu sarapan yang disajikan kepada peserta Diklat PPIH 2026 sudah sesuai standar. Dimana, ada daging, tempe, sayur, dan buah.
“Makanannya saya lihat ada daging, ada tempe, ada sayur, buah. Itu kan sudah standar minimal yang harus kita siapkan. Dan, Alhamdulillah jalan, saya cicip dagingnya, saya icip tempenya, Alhamdulillah masih layak untuk dimakan,” ucap Gus Irfan.
Selain makanan, Gus Irfan juga menginspeksi kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal peserta diklat. “Saya ingin mereka mempunyai perhatian terhadap lingkungan. Ada sampah diambil, dan ini harus dibawa sampai ke sana (tong sampah), ” jelasnya.
“Karena jemaah kita kan berasal dari berbagai daerah, dengan adat dan kebiasaan beda-beda, harus sabar melayani mereka, ” sambung Gus Irfan memberikan pesan.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga mengingatkan bahwa petugas haji merupakan wajah negara sekaligus representasi pelayanan kepada tamu-tamu Allah. Karenanya, setiap petugas dituntut untuk mengedepankan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.
“Seperti saya sampaikan tadi, kami adalah penanggung jawab proses haji. Dan mereka adalah petugas lapangan, ujung tombak kami. Kalau mereka gagal, artinya kami gagal, ” tutupnya. (Fadloli)







