BERITBUANA. CO, JAKARTA– Peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama (Bantuan Hidup Dasar) kepada jemaah haji yang ditemukan di jalan tidak sadarkan diri.
Pembekalan ini dilakukan oleh Tim Kesehatan PPIH yang didalamnya ada Perlindungan Jemaah dan Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji /PKP2JH), PPIH Kesehatan di Gedung B, Asrama Haji, Pondok Gede, Jaktim, Senin (12/1/2026). Pembekalan juga dilakukan dengan langsung simulasi.
Dalam paparan pembekalan yang diberikan, jika menemukan jemaah yang tidak sadar diri maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah respon terhadap korban. Jika, masih belum merespon maka dilakukan kompresi (tekan dada).
“Kompresi ini dilakukan sebanyak 30 kali, lalu diberikan nafas dua kali, ” kata salah seorang fasilitator Tim Kesehatan, Luthfi yang juga bertugas di RSUD Dokter Slamet Garut.
Jika terjadi respon, lanjutnya, maka harus terus dilakukan pengecekan nadi dan nafas korban. Selanjutnya, masuk posisi pemulihan dengan posisi dimiringin ke kanan untuk jalan nafas.
“Ini pertolongan pertama bagi petugas haji awam (bukan medis), ” ucap salahsatu Tim Kesehatan PPIH, dr. Febri Jaya Gunawan, Sp. An. (Fadloli).









