Gus Irfan Tekankan Kesiapan Hadapi Haji 2026

by
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), KH. Mochammad Irfan Yusuf, melantik pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Rabu (31/12/2025). FOTO: Humas Kemenhaj/haji.go.id

BERITABUANA.CO,JAKARTA– Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), KH. Mochammad Irfan Yusuf, melantik pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah pada Rabu (31/12/2025).

Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan kepemimpinan dan penataan organisasi guna memastikan kesiapan menyeluruh dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Dalam sambutannya, Menhaj menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik langsung dihadapkan pada tantangan strategis, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan layanan haji dan umrah yang semakin kompleks serta menuntut ketepatan, kecepatan, dan akuntabilitas.

“Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 membutuhkan perhatian serius di seluruh bidang, termasuk proses pelunasan biaya haji, keakuratan data jemaah, serta kejelasan informasi kepada masyarakat. Kepastian pelunasan menjadi fondasi utama dalam memastikan kesiapan layanan pada setiap tahapan,” ujar Menhaj sebagaimana keterangan yang dikutip www.beritabuana.co dari Kementerian Haji dan Umrah RI (haji.go.id),Kamis (1/1/2026).

Gus Irfan begitu biasa disapa juga menekankan pentingnya kesiapan asrama haji sebagai pintu awal pelayanan jemaah. Menurutnya, asrama haji harus memenuhi standar kelayakan, keamanan, kenyamanan, serta ramah bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

Pada aspek transportasi udara, Gus Irfan menegaskan perlunya koordinasi yang kuat dan berkelanjutan dengan maskapai penerbangan agar proses keberangkatan dan kepulangan jemaah berjalan tepat waktu, aman, dan nyaman. Selain itu, kelengkapan dokumen haji, termasuk paspor dan visa, harus didukung oleh sistem layanan yang terintegrasi dan akurat.

Ia juga mengingatkan pentingnya penyediaan perlengkapan haji yang tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat kualitas sebagai wujud tanggung jawab negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

Profesional dan Transparan

Tidak kalah penting, kesiapan petugas haji ditegaskan sebagai kunci utama keberhasilan layanan di lapangan. Proses seleksi, pembekalan, dan penempatan petugas harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kompetensi, disertai integritas dan empati dalam melayani jemaah.

Kepada pejabat Eselon II, III, dan IV yang baru dilantik, Gus Irfan menekankan peran strategis mereka dalam memastikan seluruh aspek persiapan haji dan umrah berjalan secara terpadu dan akuntabel.

Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan integritas, kecepatan, serta semangat kolaborasi, dengan kepentingan jemaah sebagai orientasi utama.

“Saya harap pelantikan ini menjadi momentum penguatan kinerja organisasi Kementerian Haji dan Umrah dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang berintegritas, transparan, akuntabel, dan lancer,” tutupnya. (Fadloli)