BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan bahwa sebanyak 23 kabupaten dan kota telah menetapkan status transisi darurat pascabencana di wilayah Sumatera. Penetapan status ini dilakukan seiring bergesernya fokus penanganan dari fase tanggap darurat menuju tahap awal pemulihan.
“Kita harapkan memang semakin banyak daerah yang mulai berpindah ke transisi darurat,” ujar Muhari dalam konferensi pers, Kamis (1/1/2026).
Dirindukan, kabupaten/kota yang telah menetapkan status transisi darurat yakni enam di wilayah Aceh, delapan di Sumatera Utara dan sembilan di Sumatera Barat.
Selain itu, BNPB mencatat masih ada tujuh kabupaten kota yang saat ini berada dalam proses penetapan surat keputusan (SK) peralihan dari status tanggap darurat menuju transisi darurat.
Ia menjelaskan pada fase transisi darurat ini proses penanganan bencana akan difokuskan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Termasuk pembangunan hunian sementara dan tetap, pembersihan lingkungan, serta revitalisasi infrastruktur di wilayah terdampak.
Muhari mengatakan juga, hingga Kamis (1/1/2026) sore, jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera tercatat bertambah menjadi 1.157 orang.
Rincian lengkapnya, korban meninggal dunia di Aceh tercatat ada 530 jiwa dan 30 masih hilang. Kemudian, di Sumatera Utara tercatat 365 orang meninggal dunia dan 60 masih hilang.
Selanjutnya di wilayah Sumatra Barat tercatat sebanyak 262 jiwa meninggal dunia dan 74 masih hilang. Sehingga total masyarakat yang dilaporkan hilang saat ini mencapai 165 jiwa.
“Operasi pencarian masih terus dilakukan sampai kita mengupayakan jumlah korban atau daftar nama yang masuk dalam daftar pencarian berkurang seminimal mungkin,” tuturnya.
Sementara untuk jumlah pengungsi bertambah sebanyak 2.196 jiwa. Dengan demikian, total warga yang mengungsi kini terdapat 380.360 jiwa di ketiga provinsi tersebut. (Kds)







