Gus Irfan: Penyelenggaraan Haji Harus Aman, Nyaman dan Terjangkau

by
Menhaj RI, KH. Mochammad Irfan Yusuf . FOTO: ISTIMEWA

BERITABUANA.CO, JAKARTA– Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, KH. Irfan Yusuf, menyampaikan komitmen pemerintah untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang dipimpin Ketua KPI, Ubaidillah, Jumat lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Irfan sapaan akrabnya menegaskan bahwa haji merupakan agenda nasional yang mendapat perhatian besar dari masyarakat sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan profesional.

“Sejak pembentukan Badan Penyelenggara Haji—cikal bakal dari Kementerian Haji—Presiden ingin memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Terjemahannya adalah haji yang aman, nyaman, dan harganya terjangkau,” kata Gus Irfan sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah www.haji.go.id, Rabu (10/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa pembiayaan haji sebagian besar menggunakan mata uang asing yakni Riyal Arab Saudi (SAR) dan Dollar Amerika Serikat (USD). Adapun penggunaan rupiah hanya sekitar 20 persen untuk kebutuhan penyelenggaraan di dalam negeri.

Menurutnya, meski tahun ini terjadi penurunan sekitar Rp2 juta, secara riil pengurangan biaya sebenarnya lebih besar mengingat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD dan SAR. Ia menegaskan, penyesuaian biaya dilakukan tanpa mengurangi kualitas layanan.

“Untuk layanan umum dan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), kami berhasil menurunkan sekitar SAR 200 per jemaah atau setara sekitar Rp190 miliar,” ujarnya.

Pemerintah, katanya, saat ini tengah melakukan negosiasi untuk mendapatkan harga terbaik untuk akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama pelaksanaan haji di Arab Saudi.

Terkait proses pelunasan biaya haji, Gus Irfan menyebut hingga saat ini masih berlangsung lambat. Salah satu penyebabnya adalah pelaksanaan tes kesehatan yang semakin ketat sebagai tindak lanjut atas keluhan Pemerintah Arab Saudi terhadap kondisi kesehatan jemaah Indonesia.

“Komplainnya tidak hanya disampaikan kepada kami, tapi juga kepada Presiden. Tahun lalu, lebih dari separuh jemaah yang wafat di Arab Saudi adalah jemaah haji Indonesia,” jelasnya. (Fadloli)