Dua Petinggi PMII Lumajang Bertarung di Muscab IKA PMII, Publik Pilih Siapa?

by
ISTIMEWA

BERITABUANA.CO, LUMAJANG- Konstelasi Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Lumajang tahun ini menjadi pusat perhatian publik. Sebab, dua figur yang kini paling banyak dibicarakan terkait Muscab ini justru berasal dari lingkar inti organisasi.

Dua figur tersebut atas nama Mohammad Ali Murtadlo dan Khoirul Anam. Mereka adalah Ketua dan Sekretaris Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Lumajang 2024–2025 yang masih aktif menjabat.

Kompetisi ini pun memunculkan analogi yang ramai diperbincangkan.Layaknya kontestasi Pilkada ketika Bupati dan Wakil Bupati sama-sama maju sebagai calon, membawa modal struktur, pengalaman, dan pengaruh masing-masing.

Bedanya, kali ini yang dipertaruhkan bukan kekuasaan birokrasi, melainkan arah masa depan para Alumni PMII di Lumajang.

Mohammad Ali Murtadlo misalnya tampil dengan slogan ‘Muda Lebih Jelas’. Figur muda yang energik ini menawarkan pembaruan tata kelola organisasi alumni yang lebih progresif dan menarik simpati kalangan milenial alumni PMII.

Di sisi lain, Khoirul Anam menghadirkan narasi kedewasaan dan pengalaman. Dengan rekam jejak sebagai mantan Ketua Umum PC PMII Lumajang dan pengalamannya di birokrasi, Anam dikenal memiliki jaringan kuat dan kemampuan manajerial yang matang.

Dua gaya yang berbeda, namun sama-sama kuat. Dua tokoh yang sama-sama punya legitimasi structural dan berkarir bersama-sama di Mabincab PC PMII Lumajang.

Dinamika yang Unik

Pengamat internal PMII menyebut Muscab kali ini sebagai salah satu yang paling menarik dalam satu dekade terakhir.

“Keduanya punya basis. Keduanya punya legitimasi. Ini seperti Pilkada ketika dua pemimpin yang sebelumnya berjalan bersama, kini berdiri di arena yang sama,” ujar salah satu senior PMII yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, posisi mereka sebagai Ketua dan Sekretaris Mabincab membuat rivalitas ini tak bisa dianggap biasa. Publik bertanya, apakah persaingan ini akan berakhir dengan konsolidasi besar atau justru menghasilkan polarisasi di internal alumni?

Seperti diketahui, hingar-bingar Muscab ini sudah mulai menyebar di media sosial, obrolan para alumni, hingga kelompok muda PMII yang menyebut kontestasi kali ini sebagai ‘pertarungan dua nakhoda kapal’.

Masing-masing kubu mulai mengeluarkan strategi komunikasi yang agresif, dengan visual kampanye yang rapi, tagline yang mengena, dan narasi yang semakin memanas.

Beberapa alumni bahkan berpendapat bahwa Muscab kali ini menjadi momentum besar bagi IKA PMII Lumajang untuk menentukan arah organisasi—apakah menuju kepemimpinan regeneratif, atau memilih stabilitas dengan figur berpengalaman.

Siapa yang Akan Menang?

Belum ada yang bisa memprediksi. Keunggulan pengalaman berhadapan dengan energi pembaharuan.
Struktur berjumpa dengan jaringan akar rumput. Keduanya pun memiliki peluang yang sama besar.

Namun satu hal yang pasti, Muscab IKA PMII Lumajang yang akan digelar Minggu, 23 November 2025 di Hotel Aston Inn Lumajang bukan lagi sekadar agenda rutin organisasi. Ini sudah menjadi panggung besar yang menarik perhatian publik Lumajang dan warga PMII di seluruh Jawa Timur.

Kontestasi dua ‘Petahana’ ini menjadi bukti bahwa dinamika gerakan alumni PMII tak kalah panas dari pertarungan politik daerah.( Ay/Rj/FDL87 )