BERITABUANA.CO, KUPANG – Misi Dagang Jawa Timur (Jatim) yang ke-46, dengan Provinsi NTT tertinggi transaksinya, diantara semua provinsi yang pernah dikunjungi.
Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya pada acara Misi Dagang Jatim – NTT, di Hotel Aston, Kamis (6/11/2025).
“Misi Transaksi kami ke-46 ini dilaksanakan bersama Provinsi NTT. Hingga pukul 14.00 Wita, tercatat didalam Transaksi capai Rp1,8 Triliun. Ini transaksi tertinggi dibanding provinsi lainnya,” jelas Khofifah.
Diakui Khofifah, misi dagang Jatim – NTT kali ini merupakan yang kedua kalinya, dimana pada tahun 2022 pernah.juga dilaksanakan.
“Ini artinya bahwa kekuatan ekonomi Jatim dan NTT sebetulnya besar sekali skalanya, asal kita telaten lebih menemui dan kenali produk-produk andalan dan unggulan di kedua provinsi Ini,” tegas Khofifah.
Mudah-mudahan, kata Khofifah, akan bisa memberikan penguatan ekonomi, perdagangan dan tentu industri kreatif di antara semua kini.
“Tidak sekedar itu, tapi juga investasi pendidikan dan kerjasama yang lain antar Pemprov,” papar Khofifah.
Penandatangan kerjasama, lanjut Khofifah, bukan hanya dengan Gubernur NTT, juga ada tanda tangan antar OPD, dan tanda tangan antar institusi seperti Kadin, Iwapi dan Hipmi, juga ada penandatanganan.
“Mudah-mudahan akan terus bertumbuh misi dagang ini. Kalau diniatkan, kita akan tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama dan tentu kita makmur dan sejahtera bersama,” ungkapnya.
Sedangkan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma apresiasi kerjasama dalam rangka misi dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur dan provinsi NTT di Kupang ini.
“Ini satu niat yang luar biasa, niat yang baik. tadi beliau bilang, bukan untuk menjadi apa guru atau menjadi mentor, tetapi untuk membawa kita bersama-sama maju menuju masyarakat yang sejahtera,” ujar dia.
Diakui Jhoni Asadoma, banyak kerjasama yang sudah ditandatangani, baik di bidang pemerintahan maupun di bidang swasta dengan Pemerintah Jatim.
“Kerjasama di bidang aktivitas perdagangan dan ekonomi serta pendidikan ini, tentu sangat menguntungkan bagi NTT,” kata Johni Asadoma.
Sehingga, tambah Johni Asadoma, akan di tindaklanjuti dengan kerjasama yang lebih konkrit, dengan mengikutsertakan berbagai kelompok-kelompok usaha, dan kelompok-kelompok masyarakat.
“Kita bisa bersama-sama maju membangun daerah masing-masing. Dan untuk membangun NTT,” pungkas Johni Asadoma. (iir)







