Apresiasi Ketegasan Gubernur Pramono, JAMMA Jakarta Desak Direksi Bank DKI Dicopot!

by
Ketua KMI Edi Homaidi. (Foto: Ery)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Gangguan layanan perbankan yang dialami Bank DKI sejak malam takbiran, 30 Maret 2025, berbuntut panjang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melaporkan seluruh pihak yang diduga terlibat ke kepolisian serta meminta audit oleh lembaga independen internasional. Tindakan tegas tersebut menuai apresiasi dari Jaringan Masyarakat Madura (JAMMA) Jakarta, salah satu relawan pendukung Gubernur Pramono dan Wagub Rano Karno di Pilgub DKI kemarin.

Ketua Umum JAMMA Jakarta, Edi Homaidi, dalam pernyataan tertulis pada Rabu (9/4/2025), menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Gubernur Pramono.

“Kami mengapresiasi langkah cepat dan tegas Mas Pram. Gangguan layanan ini terjadi saat masyarakat sangat membutuhkan akses transaksi menjelang hari raya,” kata Edi.

Tak hanya mengapresiasi, Edi juga mendesak agar seluruh jajaran direksi Bank DKI dicopot. Ia menilai kelalaian manajemen menjadi penyebab utama kerugian masyarakat.

“Sudah saatnya jajaran direksi dievaluasi bahkan dicopot. Jika tidak ada tindakan tegas, hal serupa bisa kembali terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Pramono mengaku kecewa atas gangguan sistem yang mengakibatkan banyak nasabah tidak dapat bertransaksi selama Ramadan dan jelang Idulfitri. Ia menyebut gangguan ini bukan yang pertama kali terjadi.

“Ini kali ketiga. Ada masalah serius dalam pengelolaan IT. Kami menduga ada kebocoran,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/4/2025).

Sebagai langkah lanjutan, Pramono melaporkan pihak terkait ke Bareskrim Polri dan menunjuk lembaga independen untuk melakukan audit, tracing, dan monitoring jejak digital dana nasabah.

“Langkah pencegahan juga dilakukan, termasuk penggantian password dan perangkat komputer di departemen terkait,” tegasnya.

Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melindungi hak-hak nasabah serta memastikan akuntabilitas layanan publik. (Ery)