Kadaker Madinah: Masuk Raudhah Gratis, Jika Diminta Uang Segera Laporkan

by
Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah. (Foto: Muhammad Umar Fadloli)

BERITABUANA.CO, MADINAH- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menegaskan akses untuk masuk ke Raudhah yang berada di Masjid Nabawi tidak dipungut biaya atau gratis. Jika ada pihak yang mengaku petugas dan meminta sejumlah uang, jemaah diminta untuk segera melapor ke petugas yang ada di sektor.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Khalilurrahman, menjelaskan fasilitasi kepada jemaah untuk masuk ke Raudhah merupakan salah satu layanan yang diberikan kepada jemaah. Sehingga setiap jemaah berhak untuk masuk ke Raudhah.

Teknisnya, bagi jemaah yang hendak masuk secara berkelompok akan diakomodir oleh bimbingan ibadah atau ketua kloter untuk diteruskan ke pimpinan sektor guna penjadwalan.

“Saya tegaskan bahwa masuk ke Raudhah itu gratis. Sehingga ketika ada pihak yang menawarkan jasa kemudian meminta sejumlah uang, segera laporkan ke kami atau yang ada di sektor khusus Nabawi,” kata Khalilurrahman kepada wartawan yang tergabung dalam Tim MCH Daker Madinah, Selasa (28/4/2026).

Ia menuturkan, ada dugaan penipuan atau orang yang tidak bertanggung jawab dan mengaku sebagai petugas kemudian meminta bayaran. Pihaknya tidak akan memberikan toleransi atas pelanggaran tersebut. Termasuk bagi kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah yang mematok tarif masuk ke Raudhah.

Sementara Kasi Bimbingan Ibadah Daker Madinah Efrilen Hafizh, meminta jemaah haji Indonesia untuk tidak risau terkait kesempatan beribadah di Raudhah. Pihaknya memastikan telah menyiapkan skema tasyreh (surat izin) yang dirancang khusus untuk mengakomodir seluruh jemaah agar dapat memasuki area yang dikenal sebagai taman surga tersebut.

Hafizh menjelaskan pihaknya saat ini mengelola tiga akun khusus untuk melakukan pengajuan tasyreh melalui sistem berbasis web. Berdasarkan data terbaru, upaya ini telah membuahkan hasil yang signifikan.

“Tercatat ada 18.682 jemaah sudah mengantongi tasyreh. Artinya masih ada sekitar 10.000 jemaah yang saat ini sedang dalam proses pengajuan agar segera mendapatkan jadwal masuk,” jelasnya.

Untuk mengakses Raudhah, pihak Arab Saudi memang menerapkan aturan ketat. Akses hanya bisa menggunakan barcode yang bisa diperoleh melalui skema tasyreh untuk berkelompok, dan aplikasi Nusuk berbasis android bagi yang mandiri. (Fadloli)