BERITABUANA CO, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), melakukan perombakan susunan Dewan Komisarisnya. Ada nama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah dalam jajaran Dewan Komisaris baru berdasarkan hasil keputusan RUPTS, yang digelar di Menara BTN, Jakarta, pada Rabu (26/3/2025).
Selain Fahri Hamzah, RUPST juga menyetujui sejumlah perubahan dalam susunan komisaris BTN. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Dirjen Kemenkeu), Suryo Utomo, ditunjuk sebagai Komisaris Utama BTN dan Dwi Ary Purnomo menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama.
Sedang dalam jajaran Komisaris Independen, BTN mengangkat Pietra Machreza Paloh—keponakan dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh—, serta Ida Nuryanti dan Panangian Simanungkalit.
Dengan keputusan ini, jumlah Komisaris BTN berkurang dari sembilan orang menjadi enam orang. Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris BTN pasca-RUPST:
– Komisaris Utama: Suryo Utomo
– Wakil Komisaris Utama: Dwi Ary Purnom
-Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh
– Komisaris Independen: Ida Nuryanti
– Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit
– Komisaris: Fahri Hamzah.
Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan serta mendukung kinerja BTN dalam menjalankan perannya di sektor perbankan nasional.
Profil Singkat Fahri Hamzah:
Fahri Hamzah lahir di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 10 November 1971. Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia itu merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI).
Fahri mulai terjun ke Politik sejak menjadi Staf Ahli Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI 1999-2002. Setelah itu, Fahri terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Puncak karier Fahri yang dijuluki ‘Singa Senayan’ itu, adalah menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019. Per 21 Oktober 2024, Fahri dilantik sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen) PKP) oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta. (Ery)







