BERITABUANA.CO, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia, telah membentuk satuan tugas baru untuk memperkuat upaya penanggulangan radikalisasi dan mencegah terorisme.
Demikian disampaikan Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono kepada awak media di Kantor BNPT Jakarta, Jumat (24/1/2025).
Eddy menyatakan bahwa satgas ini melibatkan perwakilan dari berbagai Kementerian dan Lembaga, bertujuan untuk memperkuat kolaborasi, menyelaraskan program.
“Termasuk mengintegrasikan upaya nasional dalam menangani radikalisasi,” tambah dia.
Eddy mengatakan inisiatif ini dirancang untuk mengatasi tantangan ideologi ekstrem yang terus berkembang dan diharapkan dapat meningkatkan ketahanan serta keamanan nasional.
“Tim ini fokus menangani ancaman terkini dan menghentikan penyebaran ideologi ekstrem di seluruh Indonesia melalui upaya strategis, terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pembentukan satgas ini merupakan langkah strategis untuk memastikan program penanggulangan radikalisasi berjalan efektif.
Selama dua tahun terakhir, Indonesia berhasil mencegah serangan teroris berkat penegakan hukum yang efektif dengan pendekatan pencegahan dini.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menghadapi ancaman radikalisme, di mana jaringan teroris memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk perekrutan dan propaganda.
Tahun lalu, otoritas berhasil memblokir 180.954 konten daring yang terkait intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. (Ery)








