BERITABUANA.CO, KUPANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT mulai menggelar Rekapitulasi Penghitungan Suara tingkat Provinsi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2024, pada 13 Kabupaten/Kota
Hal ini disampaikan Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna selaku moderator Rekapitulasi Penghitungan Suara di KPU Provinsi NTT, Sabtu (7/12/2024) petang.
“Untuk Pleno pertama ini, akan lakukan rekapitulasi suara pada 13 kabupaten/kota. Bila waktu memungkinkan, dilanjutkan kabupaten lainnya,” ujar Jemris Fointuna.
Ke-13 kabupaten/kota tersebut, lanjut Jemris Fointuna, yakni Kabupaten Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Tengah, Rote Ndao, Manggarai Barat, Timor Tengah Utara, Manggarai, Ngada , Belu, Kota Kupang, Sumba Timur, dan Malaka serta Kabupaten Kupang.
Sebelumnya, Jemris Fointuna dalam sambutannya mengatakan, rapat pleno ini bagian yang tidak terpisahkan, dari tahapan penyelenggaraan pemilihan Gubemur dan Walol Gubenur NTT.
“Sebelum rapat pleno tingkat Provinsi, telah dilaksanakan terlebih dahulu rapat pleno rekapitulasi secara berjenjang, dari tingkat kecamatan dan kabupaten /kota,” ujar dia.
Dalam rapat pleno ini, kata Jemris Fointuna, selain dilakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara , juga dilalukan penetapan hasil penghitungan suara, sedangkan penetapan pasangan terpilih, baru akan dilaksanakan paling lama tiga hari.
“Penetapan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) secata resmi memberitahukan permohonan yang teregistrasi dalam buku registrasi perkara konstitusi kepada KPU,” tambah Jemris Fointuna.
Jemris Fointuna menyampaikan apresiasi atas silaturahmi yang dibangun oleh para pasangan calon, yang telah memberikan kesejukan bagi NTT yang sama-sama cintai.
“Kalau suasana saat ini masih kondusif, ini pertanda cinta dari para pasangan calon kepada seluruh masyarakat NTT,” papar Jemris Fointuna.
Jemris Fointuna juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat NTT, karena rasa cintanya yang begitu dalam bagi Provinsi NTT, meskipun berbeda pilihan politik, namun semua memiliki tingkat dan semangat yang sama.
“Ini menandakan bahwa masyarakat NTT sangat menghormati perbedaan,” tambah Jemris Fointuna. (iir)







