Pj. Gubernur Andriko: Miskin Ekstrim di NTT Masih Diatas Nasional

by
Pj. Gubernur NTT, Andriko Susanto saat menggelar jumpa pers. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Provinsi NTT masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) Miskin Ekstrim yang mencapai 3,91 persen, atau di atas rata-rata nasional, yang saat ini sudah0,89 persen.

“Sebenarnya target 2024 ini, miskin ekstrim kita harus sudah 0 persen,” tegas Pj. Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto saat jumpa pers di Gedung Sasando, Senin (30/9/2024) sore.

Dikatakan Andriko Susanto, upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk mencapai target 0 persen tersebut, diantaranya menyalurkan bantuan kepada keluarga miskin ekstrim.

“Bantuan yang kita berikan,harus bisa dipastikan sesuai sasaran, dan tersalurkan dengan baik,” kata Andriko Susanto.

Begitu juga bantuan pangan dari Pemerintah Pusat (Pempus), lanjut Andriko Susanto, berupa beras 10 kg bagi Keluarga Penerima Manfaat.

“Untuk bulan Oktober 2024 sudah bisa diterima, nanti di November dihentikan sementara. Dan baru disalurkan kembali pada bulan Desember. Itu yang sudah diputuskan oleh presiden RI jokowi,” tambah Andriko Susanto.

Disamping itu, lanjut dia, ada bantuan terkait keluarga resiko stunting yang sudah dipetakan.

“Provinsi NTT termasuk salah satu dari 7 provinsi, yang mendapat bantuan keluarga resiko stunting,” jelas Andriko Susanto..

Pada kesempatan tersebut, Pj. Andriko Susanto juga memaparkan bahwa, sudah melepas 48 orang kontingen yang akan ikut pertandingan paralimpic di Solo dari 1-15 Oktober 2024,

“Saya pesan kepada mereka, agar dapat melakukan kompetisi dengan baik, tentu saja harus ada pendampingan dari Dinas Olahraga NTT,” tegas Andriko Susanto.

Pihaknya berharap, di kota tempat diselenggarakannya kompetisi tersebut, situasinya kondusif, begitu juga dengan makanan dan fasilitas yang dimiliki baik sehingga dapat bertanding dengan baik.

“Ada target-target medali, saya pesankan jaga kekompakan, bermain yang baik, jaga kesehatan dan berjuang semaksimal mungkin. Nanti Pemprov akan memberikan apresiasi. Ini bukan kalah dan menang, tapi soal harga diri NTT,” tandas dia. (iir)