BERITABUANA.CO, KUPANG – Memperingati Hari Disabilitas Internasional, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) serukan kesetaraan dengan menggelar aksi bersama, melibatkan 300 Orang Penyandang Disabilitas.
Siaran pers Humas Plan Indonesia, Rabu (13/12/2023) menjelaskan ketiga daerah tersebut yaitu Kabupaten Manggarai, Kabupaten Sumbawa, dan Kota Kupang, dengan tujuan untuk menciptakan dunia yang setara dengan pemenuhan kebutuhan, hak-hak dan kesejahteraan mereka, terutama bagi anak-anak.
Stigma bahwa orang dengan disabilitas tidak bisa menjadi pemimpin, merupakan suatu hal yang ingin dipatahkan melalui aksi bersama ini. Data Plan Indonesia sejak tahun 2018 menunjukkan bahwa lebih dari 80 Orang dengan disabilitas di Kabupaten Manggarai dan Sumbawa, tergabung sebagai salah satu anggota dalam organisasi pengelolaan air dan sanitasi, baik di level komunitas maupun pemerintahan.
Serafina Bete, Ketua Perkumpulan Tuna Daksa Kristiani (Persani) NTT, menyampaikan bahwa partisipasi bermakna ini menjadi awal penyadartahuan kesetaraan, yang menjadi hak masing-masing orang dengan disabilitas.
“Semua orang suatu saat akan menjadi disabilitas, sehingga untuk setara kita bersama dapat berkontribusi dan menunjukkan bahwa kami bisa,” ujar Serafina.
Aksi bersama juga diikuti oleh berbagai golongan, termasuk kaum muda dengan disabilitas yang bergerak demi Sustainable Development Goals (SDG), yaitu tidak ada orang yang tertinggal atau ‘no one left behind’.
Ahmad Roqiban, Anggota Muda Forum Disabilitas Sarea, menjelaskan semua orang termasuk orang dengan disabilitas memiliki hak untuk mengakses air dan sanitasi, sejalan dengan SDG 6, yakni akses air bersih dan sanitasi secara universal.
“Selain pemenuhan hak, dalam forum disabilitas kami juga aktif dalam berpartisipasi, melakukan peninjauan dan memberikan masukkan, sehingga proses implementasi tepat dengan kebutuhan kami,” tambah Ahmad Roqiban. (*/iir)







