Al Wafi Siapkan Masa Depan Santri Berwawasan Global

by
Pembina Yayasan As-Sudais Indonesia, Ali Saman Hasan. (Foto: BN)

BERITABUANA.CO, DEPOK – Santri harus mengalami pematangan minat pendidikan sejak kelas 9, atau yang disebut One Stop Schooling. Saat menginjak kelas 12, Al Wafi menggali bakat, minat dan passion santri yang sebentar lagi akan lulus dari Al Wafi itu. Jauh-jauh hari, Al Wafi membantu santri agar memahami, “Minat apa, mau kuliah dimana, mau berbisnis apa,“ tutur Ali Saman Hasan, Pembina Yayasan As-Sudais Indonesia.

Dikhawatirkan, minat santri ingin jadi Arsitek, tetapi orangtua menyuruhnya menjadi Ustadz. Masa depan santri adalah bagaimana orangtua mampu menuntun, tanpa memaksakan kehendak  Tak sedikit wali santri kebingungan guna menyiapkan pendidikan selanjutnya bagi anak-anak. Untuk itu Al Wafi Islamic Boarding School menyelenggarakan Sosialisasi Program dan Pembekalan Santri Kelas 9 dan Kelas 12, di Al Wafi, Depok, 17/9/23 yang dihadiri wali santri. Program Pematangan dan Perbekalan One Stop Schooling ala Al Wafi telah diterapkan di beberapa pesantren modern di nusantara.

Belum lama berselang, Al Wafi menandatangani kontrak kerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia untuk penjurusan minat santri kelas 10 yang ditandatangi Menteri Luar Negeri kedua belah pihak. Tak henti disitu, bersama universitas rangking 120 terbaik dunia itu, Al Wafi akan menandatangi kerjasama dengan pusat pelatihan Higher Education English Training. Lulusan Al Wafi yang ingin melanjutkan studi di Universiti Kebangsaan Malaysia akan langsung semester 3.

Di UKM yang memiliki total 360 fakultas, Al Wafi juga menandatangani kerja sama untuk program S2 dan S3 dikhususkan bagi orangtua santri.  Bagi yang ingin melanjutkan studi di Islamic University of Madinah (IUM), santri yang duduk di kelas 12 sudah bisa mendaftarkan diri dengan bea siswa penuh. Sayangnya, kuliah di IUM masih dikhususkan pria, dan membutuhkan waktu tunggu walaupun tak dibatasi usia.

Diharapkan, “Ke depan, akan lahir pemimpin-pemimpin berwawasan internasional tetapi bisa khutbah, bisa ngaji, hapal Al Quran, bisa memimpin sholat  Tarawih, “ kata Ali Saman Hasan,  yang pernah memperoleh Piagam  Madinah ini.

Dia menambahkan, bahwa Al Wafi tidak anti globalisasi, tetapi globalisasi dijadikan, “Alat pendidikan bagi agama, Negara dan khususnya keluarga, “ tandas Ali Saman Hasan. (Kds)