BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) kembali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan korupsi proyek Tol Jakarta – Cikampek (Japek) II.
Kali ini, penyidik memanggil dan memeriksa BH selaku Superintendent (Pengawas) KSO (antara) PT. Bukaka – PT Krakatau Steel sebagai saksi kasus selaku pabrikan Tower PT. Bukaka Teknik Utama (BTU) dalam proyek tersebut.
Meski begitu, Kapuspenkum Kejaksaan RI, Ketut Sumedana tidak menjelaskan soal alasan pemeriksaan BH dan keterkaitan dalam penyidikan Tol Japek II alias Jalan Tol Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ).
“BH diperiksa terkait penyidikan perkara pembangunan Tol Japek II, ” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/6/2023), di Jakarta.
Adapun perusahaan itu bermarkas di Cileungsi, Bogor bergerak pada Manufaktur, mulai menara baja, jembatan, baja, garbarata dan jasa pembangkitan listrik dan lainnya.
Sebelumnya, tim penyidik juga telah memeriksa Sofiah Balfas selaku Direktur Operasional II PT. BTU sebagai saksi. Namun belum jelas, sejauhmana dugaan keterlibatan SB dalam kasus tersebut.
Nama perusahaan ini sempat mencuat ke permukaan saat rilis penerbitan Sprindik Skandal PLN oleh Jaksa Agung pada Juli 2022 silam.
Dalam proyek penggadaan tower transmisi PLN ini disebutkan dugaan monopoli oleh Ketua Aspatindo (Asosiasi Pabrikan Tower) Saptiastuti Hapsari sekaligus Direktur Operasional PT. BTU dan syarat perbuatan melawan hukum lainnya.
BTU adalah salah satu dari 14 Pabrikan Tower yang mengerjakan 8. 094 Tower PLN senilai Rp2, 254 triliun.
Dirut BTU Irsal Kamarudin, Dirut PT. Berca Karunia Erick Purwanto dan Pabrikan lainnya diperiksa bersama puluhan Jajaran PLN era Sofyan Basir sebagai Dirut PT. PLN (2014- 2019).
Namun, sejak Februari 2023 tidak ada lagi pemeriksaan. Padahal, Sofyan Basir dan Saptiastuti belum diperiksa.
Bahkan hingga terhentinya pemeriksaan sejak disidik 14 Juli setahun lalu tidak ada seorang pun yang dicegah ke luar negeri. Kontras dengan Skandal BTS 4G yang disidik akhir 2022 sebanyak 25 orang dicegah ke luar negeri dan 8 orang tersangka ditetapkan.
Sementara itu secara terpisah, tim penyidik juga kembali memeriksa sejumlah pejabat di PT. Jasa Marga. Kali ini, giliran Donny Arsal selaku Mantan Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko (Sejak 2021, dipercaya sebagai Dirut PT. Semen Indonesia – red)
“Seperti halnya BH, DA diperiksa guna membuat terang tindak pidana (guna mencari tersangka – red), ” ujar Ketut menambahkan.
Selain itu ikut diperiksa DA (Mantan Asisten Manager Highway Traffic Engineering) dan DM (Site Contract Administration & Risk Manager Proyek JAPEK Elevated).
Sampai kini, belum diketahui peran dan dugaan keterlibatan PT. Jasa Marga sehingga jajarannya dan anak usaha Jasa Marga harus diperiksa berulang.
Sehari sebelumnya, diperiksa Agus Setiawan selaku Direktur Bisnis PT. Jasa Marga (kini, Direktur Pengembangan Usaha, Red). Dia diganti Reza Febriano.
Jauh sebelumnya, diperiksa Dirut PT. JJC Djoko Dwijono pada Selasa (6/6). JJC adalah anak usaha PT. Jasa Marga (BUMN) selaku Operator Jalan Tol Japek II.
Lalu, Vice President Divisi Toll Road Development PT. Jasamarga inisial TN pada Selasa (2/5). Oisa







