BERITABUANA.CO, DEPOK – Ketua DPRD Kota Depok T. M. Yusufsyah Putra, mengarahkan Kecamatan Beji agar prioritaskan pembangunan bersifat pemberdayaan masyarakat ketimbang infrastruktur, guna memulihkan kondisi dampak Covid – 19.
“Dari form A4 yang disampaikan ke saya sebesar 112,5 milyar rupiah untuk masuk dalam Pokir Dewan, Kecamatan Beji sepintas mengarah pada pembangunan infrastruktur ketimbang pemberdayaan. Maka dengan ini saya minta agar kembali musyawarahkan dan prioritaskan pembangunan bersifat pemberdayaan,” ujarnya saat sambutan Musrenbang Kecamatan Beji, Selasa (8/2/2022) di Orchid Ballroom , Hotel Savero, jalan Margonda Raya, Depok.
Keberhasilan suatu pembangunan, kata dia, di awali dengan perencanaan yang cermat dan terukur. Perencanaan yang sudah dilakukan di tingkat Kelurahan Januari lalu, kini dibahas lagi dalam Musrenbang Kecamatan kecamatan, guna merangkum hasil program prioritas yang belum terakomodir di Kelurahan.
“Dalam UU, Pemerintah wajib lakukan perencanaan RPJMD, RPJP, RAPBD dan RKPD. Kita harapkan melalui BP4D, semua bisa diakomodir dan masuk dalam RAPBD 2023,” cecarnya.
Sebagai anak Beji, Putra merasa bangga lantaran Kecamatan Beji tahun lalu banyak raih raih prestasi, semoga tahun selanjutnya tetap bisa dapat prestasi. Pasalnya, tukasnya, semangat kita dalam membangun adalah bagaimana bisa mencari solusi yang terbaik hingga prioritaskan pembangunan atas dampak Covid, tidak hanya prioritaskan infra struktur.
“Baiknya, rencana ke depan adalah pembangunan dampak atau pemulihan pasca Covid, seperti pembangunan sosial dan ekonomi kita, ke arah pemberdayaan ekonomi juga pemberdayaan remaja, difokus ke dalam pembangunan tahun 2023 mendatang,” paparnya.
Selain itu, Ketua DPRD juga meminta Kecamatan Beji selesaikan program bebas ODF, masih ada 2 Kelurahan yang belum bebas ODF yakni Beji dan Kemirimuka. Diharapkannya, tahun 2022 sudah mulai laksanakan sehingga tahun 2023 sudah bebas ODF.
Permasalahan sampah dan penataan jalan Margonda Raya, juga tidak lepas dari perhatiannya Ketua DPRD, seraya dia meminta permasalahan sampah yang tiap tahun jadi pembicaraan di masyarakat, harus selesaikan tidak hanya di hilir, tapi bagaimana selesaikan di hulu.
“Hulunya di rumah bapak ibu sekalian, dalam menu wajib ada pelatihan pemilahan sampah. Untuk Kepala BP4D juga saya minta tolong cari, bagaimana margonda sebagai etalase Kota Depok, agar terlihat lebih indah, nyaman dan asri, sehingga warga melihat kemacetan bisa diselesaikan dalam hal pelaksanaan penataan jalan Margonda, ” pungkasnya. (Rki)







