Jaksa Agung Ingatkan, Pengawasan Jadi Tolak Ukur Terjadinya Pelanggaran Displin

by

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengapresiasi kepercayaan masyarakat (public trust) kepada Kejaksaan Agung. Kepercayaan masyarakat itu karena penegakan disiplin ke dalam internal Kejaksaan dan pelayanan prima dalam memberikan kecepatan respon atas aduan masyarakat.

“Dengan adanya public trust masyarakat, Kejaksaan hebat dapat kita wujudkan,” ujarnya saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) bidang Pengawasan Kejaksaan yang berlangsung secara virtual, di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Dijelaskan, bahwa pengawasan merupakan elemen vital sebagai early warning system (sistem peringatan atau deteksi dini untuk melihat potensi pelanggaran).
Secara garis besar terdapat 3 unsur yang terkandung dari fungsi pengawasan, yaitu Menjaga, sebagai unsur pencegahan, kemudian Membina, sebagai unsur perbaikan serta Menghukum, sebagai unsur penjeraan.

“Unsur 3M tersebut harus menjadi landasan atau suatu asas bagaimana pengawasan bekerja. Artinya, cegah dahulu sebelum terjadinya perbuatan indisipliner agar institusi tetap terjaga marwahnya,” tandasnya.
Namun Jaksa Agung juga menegaskan, hukum lah bagi mereka yang melanggar norma hukum atau indispliner.

“Bina apabila pegawai yang melanggar masih dapat diperbaiki perilakunya. Dan hukum bagi mereka yang tidak dapat dibina dan secara nyata mencoreng nama baik institusi agar menciptakan efek jera serta menjadi pembelajaran bagi pegawai yang lain, ” tegasnya.

Diingatkan, bahwa bidang Pengawasan harus mampu mendudukan instrumen penjatuhan hukuman sebagai instrumen pembinaan dan pencegahan.

“Oleh karena itu, berat ringannya hukuman harus didasarkan pada tujuan membina pegawai itu sendiri, artinya harus mampu memberi ruang bagi pegawai untuk memperbaiki diri, kecuali dalam hal pelanggaran disiplin yang berat. Sanksi tegas dan terukur harus bisa diterapkan secara objektif dan transparan,” ujarnya

Karena itu, Burhanuddin mengingatkan, bidang Pengawasan harus dapat memastikan telah dilakukannya pengawasan melekat pada masing-masing bidang, supaya pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dapat berjalan sebagaimana rencana dan program kerja yang telah dibuat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta petunjuk pimpinan.

Dibagian lain, Jaksa Agung memerintahkan, agar seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) meneguhkan kembali komitmen integritas, yang salah satu poin pentingya adalah untuk melakukan pengawasan melekat kepada seluruh jajarannya.

“Apabila ada bawahannya yang melakukan pelanggaran, maka saya akan lakukan evaluasi atasannya hingga 2 (dua) tingkat ke atas sebagai bentuk pertanggungjawaban atasan atas kegagalannya membina anak buah,” tegasnya.

Nanti akan dievaluasi, apakah atasannya tersebut sudah menjalankan fungsi pengawasan secara benar. Atau kah telah terjadi pembiaran bawahan melakukan pelanggaran. Atau justru ikut berperan dalam pelanggaran tersebut.

Jaksa Agung juga menegaskan, bahwa dalam kesempatan ini juga, jangan pernah main-main dengan integritas.

“Saya harapkan Kejaksaan yang kita cintai ini diisi dengan orang-orang yang berintegritas tinggi. Sebab setiap tingkah laku dan sepak terjang personil di Kejaksaan dalam penegakan hukum akan menjadi tolak ukur wajah negara dalam mewujudkan supremasi hukum di mata dunia. “tandasnya. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *