Lindungi Pekerja Dari Pandemi, Kemnaker – BPJS Ketenagakerjaan Gelar Vaksinasi Bersama

by
Menaker Ida Fauziyah dalam acara vaksinasi bagi pekerja.

BERITABUANA.CO, JAKARTA—Program vaksinasi COVID-19 bagi pekerja/buruh, Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), dan Calon Pemagang Luar Negeri (CPLN) merupakan langkah strategis. Pasalnya, kata Menipteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, sebagian dari kelompok pekerja tersebut akan melakukan mobilitas antar negara dan memiliki resiko tinggi terpapar COVID-19.

“Teman-teman buruh, calon pekerja migran, dan pemagang memiliki risiko tinggi terpapar COVID-19, maka ini menjadi salah satu prioritas dalam vaksinasi,” kata Ida dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Jumat (20/8/2021) terkait acara
Vaksinasi Bersama Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengungkapkan, vaksinasi COVID-19 kepada pekerja/buruh, CPMI, dan CPLN ini bertujuan untuk melindungi pekerja, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi keparahan penyakit atau risiko kematian, menjaga produktivitas, efisiensi perusahaan, sekaligus membantu kepastian status kesehatan para pekerja migran dan calon pemagang. Setelah itu bisa mengurus dokumen keberangkatan ke nagara tujuan.

Vaksinasi COVID-19 kepada kelompok pekerja, CPMI, dan CPLN ini sebagai bentuk kolaborasi antar stakeholder yakni BPJS Ketenagakerjaan, Disnakertrans DKI Jakarta, dan Binwasnaker & K3 Kemnaker selaku inisiator. “Kolaborasi ini sangat penting, dalam upaya pemerintah mengejar target vaksin sekurang-kurangnya, dilakukan 2 juta per hari,” tutur Ida.

Program vaksinasi COVID-19 ini, menurutnya, harus selesai, sebagai upaya sekaligus pilihan untuk mencegah penularan COVID-19 dalam upaya mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) dan segera keluar dari pandemi ke endemi. Untuk mewujudkan itu, pemerintah tak bisa jalan sendiri-sendiri, pemerintah membutuhkan kolaborasi sinergitas dari semua stakeholder.

“Ini baik di internal pemerintah maupun dengan masyarakat,” kata Ida seraya menilai, vaksinasi gotong royong yang digelar pemerintah dengan kelompok masyarakat merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan salah satu kelompok masyarakat. “Antarinternal pemerintah mau tidak mau, harus melaksanakan kolaborasi dan sinergitas, tidak ada pilihan kecuali bersama-sama menyeelesaikan pandemi COVID-19,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya pun akan terus meningkatkan program vaksinasi kepada seluruh pekerja dapat segera memperoleh vaksinasi untuk mencapai herd immunity dan segera memasuki masa endemi. “Kita tak berhenti (vaksinasi-red) hingga mencapai 70 persen,” tegas Ida.

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker Haiyani Rumondang menjelaskan bahwa vaksinasi COVID-19 berupa Astrazeneca dengan target 500 orang kepada pekerja/buruh, CPMI, dan CPLN selama dua hari di Kemnaker, dapat memenuhi persyaratan vaksinasi COVID-19 di negara tujuan.

“Kami berpesan secara khusus kepada para CPMI dan CPLN untuk selalu menjaga kesehatan dan dapat bekerja secara baik serta tetap mengikuti aturan dari pemerintah di negara tujuan masing-masing,” tuturnya.

Sementara Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Zainudin berharap program vaksinasi pemerintah dalam rangka menuju herd immunity bisa segera terwujud. “Khusus hari ini segmen vaksin menarik, mudah-mudahan dengan vaksin kali ini, teman-teman PMI dan CPLN semakin cepat berangkatnya, semakin lancar prosesnya dan yang penting sehat,” tandasnya. (Ful)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *