BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pusdatin Kemendikbudristek memiliki aplikasi pembelajaran berbasis teknologi “Rumah Belajar” yang berisi berbagai macam fitur layanan pembelajaran, diantaranya “Laboratorium Maya” dan “Pustaka Maya”.
Laboratorium Maya, memiliki daya tarik karena bentuk tiruan dari laboratorium riil digunakan dalam aktivitas pembelajaran ataupun penelitian ilmiah guna menekankan sebuah konsep atau mendalami konsep-konsep tertentu.
Fitur Laboratorium Maya dan Pustaka Maya pada portal Rumah Belajar dari Kemdikbudristek ini menjadi solusi dapat dimanfaatkan khususnya semasa pembelajaran jarak jauh saat ini.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama GNLD Siberkreasi dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi mengadakan webinar Digital Society bertema “Yuk Kenali Laboratorium dan Perpustakaan Maya: Cara Belajar Interaktif dan Menarik”, pada hari Kamis (29/7/2021) mengundang pakar membahas pengenalan dan pemanfaatan Laboratorium dan Perpustakaan Maya sebagai cara memudahkan tenaga pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran memerlukan laboratorium di era digital.
Webinar dibuka dengan Keynote Speech dari Semuel Pangerapan, B.Sc (Dirjen Aptika Kemkominfo) dan Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd (Direktur Sekolah Dasar Kemdikbudristek).
Semuel mengatakan menghadapi perkembangan teknologi sangat cepat, literasi digital kunci dan fondasi utama harus kita miliki, Kemenkominfo dan Siberkreasi berkomitmen terus melakukan upaya peningkatan literasi digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan yang diharapkan memfasilitasi dan mendorong terwujudnya masyarakat digital Indonesia.
“Keadaan normal yang baru baik sekarang maupun pasca pandemi akan mempercepat proses digitalisasi di berbagai lini kehidupan kita, maka dari itu kita harus mempersiapkan SDM kita dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini,” sambung Semuel.
Sri Wahyuningsih, mengatakan konsekuensi pembelajaran jarak jauh, kompetensi pengajar sangat dibutuhkan. “Kondisi ini perlu didukung kompetensi guru, orang tua serta tenaga didik lainnya yang mumpuni dalam menyiapkan strategi belajar yang dapat membangkitkan kreativitas dan inovasi anak-anak (didik) kita,” kata Sri.
Ainun Najib Alfatih, M.Ed (Guru IPA Sekolah Lentera Kasih Makassar) dalam paparannya menjelaskan tentang bagaimana proses pembelajaran menggunakan laboratorium maya, apa saja kemudahan ditawarkan serta tantangannya.
“Kemudahan dari laboratorium maya membantu visualisasi dan demonstrasi konsep, petunjuk dan pengaturan yang mudah dipahami dan juga materi dasar serta latihan-latihan soal sudah tersedia di dalamnya,” Najib menegaskan.
Andi Sulistiyono, S.Kom. (Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda) menjelaskan Laboratorium Maya Dan simulasi percobaan sains dapat dilakukan dalam platform tersebut.
“Eksperimen sains merupakan aktivitas menarik perhatian siswa untuk dapat lebih mendalami pemahaman fenomena sains yang abstrak. Kini, dengan Laboratorium Maya hal ini dapat dilakukan secara daring,” ujar Andi.
Narasumber selanjutnya, Dr. Khaeruddin, M.Pd. (Ketua Prodi. Pendidikan Fisika Univ. Negeri Makassar) menjelaskan pentingnya penggunaan laboratorium dalam pembelajaran IPA.
Ia menunjukkan beberapa riset membuktikan tingkat keefektifan laboratorium maya lebih baik daripada laboratorium riil. Contohnya pada uji coba perbandingan antara laboratorium riil.
“Ini menarik, artinya tingkat keakuratan laboratorium maya itu sama dengan kalau siswa menggunakan laboratorium riil,” tutur Khaerudin.
Khaeruddin menambahkan bahwa hikmah terbesar dari pandemi ini di dunia pendidikan khususnya adalah merupakan proses mempercepat peserta didik dan pendidik berada di dalam revolusi industri 4.0.
A. Riza Wahono, Msc, PhD. (Top 50 Finalists, Global Teachers Prize Varkley Foundation), memberikan saran meningkatkan kualitas pembelajaran melalui laboratorium dan perpustakaan maya sebagai alternatif sumber belajar.
Kegiatan diikuti para peserta umumnya tenaga pendidik di Indonesia melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan live streaming di channel Facebook Page Siberkreasi serta Youtube Channel: Siberkreasi, Kemkominfo TV, Pendidikan.id, dan Direktorat Sekolah Dasar. (Efp)







