Pejuang Idiologi ini Telah Pergi untuk Selamanya

by
Jimmy Demianus Ijie.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Jimmy Demianus Ijie meninggal dunia, Jumat (23/7/2021) pukul 20.00 Wita di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan. Dia menghembuskan nafas terakhir setelah hampir sebulan menjalani perawatan.

Informasi yang dihimpun beritabuana.co, Jimmy meninggal karena penyakit ginjal, asma dan telah menjalani cuci darah. Disebut juga, Jimmy setelah di test swab hasilnya negatif Covid-19. Beberapa tahun terakhir, Jimmy sudah menggunakan sebuah  tongkat jika sedang berada di kantornya, Gedung DPR RI, Senayan.

Seperti diketahui, pria kelahiran 21 Maret 1968 ini adalah anggota DPR RI periode 2019 – 2024, dari daerah pemilihan (dapil) Papua Barat, yang merupakan tempat kelahirannya. Jimmy merupakan salah satu tokoh dan kader PDI Perjuangan dan pernah menjadi Ketua DPD PDI Perjungan Provinsi Papua Barat.

Sebelum ke Senayan, Jimmy adalah anggota DPRD dan sempat dipercaya sebagai Ketua dan Wakil ketua DPRD Provinsi Papua Barat. Di DPR RI, Jimmy pernah duduk di Komisi II, Komisi I dan terakhir di Komisi V yang membidangj infrastruktur dan perhubungan.

Semasa kuliah di Universitas Hasanuddin, Makassar dan Universitas Jakarta, Jimmy juga aktif di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Pada waktu Sidang Umum MPR 2019, sosok Jimmy menarik perhatian publik karena aksi interupsinya di Sidang Paripurna dengan agenda pemilihan Ketua MPR RI. Dia interupsi sambil meneteskan air mata. Dia geram, karena menurutnya acara atau agenda pemilihan ketua MPR bertele-tele, sementara pada waktu yang sama di Wamena, Papua sedang terjadi masalah kemanusiaan yang harus diselesaikan secepatnya.

Para sahabatnya di berbagai kota menyatakan merasa kehilangan seorang sosok aktivis dan politisi yang konsisten dengan prinsip perjuangan khususnya dalam menjaga dan membela NKRI.

“Almarhum Bung Jimmy adalah pejuang idiologi dari bumi Papua,sekaligus politisi nasional dari Provinsi Papua Barat,” kenang mantan Presidum GMNI, Viktus Murin saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Sebelum pecah peristiwa 27 Juli 1996 atau kudatuli, Viktus menyatakan, Jimmy sering mampir dan ngobrol sekedar bercerita dan berdiskusi dengan kawan-kawannya di Wisma Marinda, Jakarta, yakni markas Presidium GMNI.

Sebagai aktivis kata Viktus, Jimmy tak segan untuk tidur di kursi, kadang di meja. “Kalau sudah sangat kelelahan, maka tertidur pulas di lantai sekretariat sepanjang malam,” kenang Viktus. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *