Perayaan Waisak Diawali Pengambilan Air Suci di Baumata

by
Rangkaian Perayaan Waisak diawali pengambilan Tirta Paritta atau air suci di sumber mata air Baumata, Taebenu, Kabupaten Kupang.

BERITABUANA.CO, KUPANG – Rangkaian peringatan hari Trisuci Waisak 2565 BE/2021, diawali seremoni pengambilan Tirta Paritta atau air suci di sumber mata air Baumata, Taebenu, Kabupaten Kupang.

Penyelenggaraan Waisak sendiri untuk mengingatkan umat Buddha pada tiga peristiwa suci yang terjadi dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama, yaitu kelahiran, pencerahan sempurna, dan kemangkatan. Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari yang sama, dengan tahun yang berbeda, yaitu hari purnama raya pada bulan Waisak.

Tiga momen esensial itu di antaranya kelahiran calon Buddha tahun 623 SM di Taman Lumbini Kapilavasthu Nepal, Pencerahan Sempurna tahun 588 SM di bawah Pohon Bodhi Bodhgaya India, dan kemangkatan Buddha Gotama tahun 543 SM pada usia 80 tahun di Kusinara India.

Pengambilan Tirta Paritta yang dilakukan umat Buddha dari Vihara Pubbaratana Kota Kupang, merupakan kegiatan terkait monastik yang dilakukan pertama kalinya.

Kegiatan dipimpin Padesanayaka Sangha Theravada Indonesia (STI) NTT YM Bhikkhu Saccadhammo Thera yang juga akan memimpin pujabakti peringatan detik-detik Waisak di Vihara Pubbaratana Kupang, Sikumana, Maulafa, Rabu (26/5/2021).

Kegiatan Tirta Paritta yang diprakarsai Pemuda Buddhis Pubbaratana tersebut, dihadiri Pembimas Buddha Kanwil Kemenag NTT, Artadi Wijaya, Ketua Vihara Pubbaratana Kota Kupang, Yan Sigar, Penyelenggara Bimas Buddha Kota Kupang, Imah, Penyuluh Buddha Kota Kupang Dharmma Palla, serta pengurus Vihara Pubbaratana Kota Kupang lainnya.

Dalam pesan Dhamma sebelum pujabakti pengambilan Tirta Paritta, Bhikkhu Saccadhammo menyampaikan pentingnya air bagi kehidupan manusia

“Kenapa dalam peringatan Waisak kita senantiasa mengambil air suci, karena air merupakan simbol kehidupan bagi semua makhluk di dunia. Air saling berkorelasi dengan tanah, udara, cahaya (api) sehingga terciptalah harmonisasi dalam alam semesta yang menunjang keberlangsungan kehidupan,” paparnya.

Selain itu, Bhikkhu Saccadhammo mengungkapkan korelasi alam, khususnya air dengan kehidupan Sang Buddha.

“Air menghidupi pohon. Pohon penting artinya bagi sejarah perjalanan hidup Sang Buddha. Seperti kita ketahui, Pangeran Siddharta lahir di bawah pohon (Bodhi), mencapai penerangan sempurna di bawah pohon, dan mangkat atau parinibbana juga di bawah pohon,” imbuhnya.

Sementara itu, Penyuluh Buddha Kota Kupang, Dharmma Palla mengatakan, rangkaian kegiatan Waisak selain pengambilan air suci adalah pujabakti, pradaksina, pattidana atau pelimpahan jasa kepada arwah leluhur, dan bakti sosial ke panti asuhan. (iir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *