BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Masri Ikoni menilai ada sejumlah capain yang patut diapresiasi oleh semua pihak dalam 100 hari pertama kerja Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo semenjak dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada akhir Januari
silam.
“Di 100 hari kerja pak Kapolri Jenderal Listyo, ada sejumlah capain yang patut diapresiasi oleh semua pihak,” kata Marsi Ikon dihubungi, Selasa (11/5/2021).
Pertama, tambah Marsi, ada puluhan kasus mafia tanah di bongkar dan juga di tersangka-kan. Hal ini sebabagaimana yang telah disampaikan oleh Satuan Tugas Mafia Tanah Polri.
“Bahwa tengah menyelesaikan 37 kasus yang menjadi target penyelesaian di program kerja 100 hari nya, tentunya ini capaian yang luarbiasa,” katanya.
Kedua, program Presisi Kapolri berhasil meningkatkan kepuasan masyarakat secara signifikan dibandingkan dengan tahun 2020. Hal ini sebagaimana yang rilis oleh Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) melakukan survei terhadap tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Polri di bawah kendali mantan Kabareskrim Polri ini.
Hasilnya, sebanyak 84,2% masyarakat mengaku puas atas program Presisi Kapolri menjelang 100 hari yang sudah diimplementasikan di tengah masyarakat.
“Kami melihat ada kenaikan cukup signilfikan bila dibanding dengan 2020. Dimana tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Polri berada pada angka 82,9%,” lanjutnya.
Ketiga, konsolidasi Kamtibmas selama 100 hari meningkat, dengan ditandai dengan berkurang tingkat kekerasan di masyarakat yang signifikan.
“Ini menunjukkan pak Sigit punya terobosan yang luarbiasa. Selain itu, menariknya dia membentuk Posko Presisi di Mabes Polri. Posko ini bertujuan untuk memantau dan mengukur kinerja jajaran Polda hingga tingkat polsek dalam menjalankan program transformasi Polri, yakni Presisi atau Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan,” sebut dia.
Posko Presisi ini, menurut penilaian Masri, tentu saja sangat diharapkan terbentuk disejumlah wilayah diseluruh Indonesia, dengan begitu, Polri mampu menakar tingkat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui analisis berdasarkan pengetahuan, data, dan metode yang tepat sehingga dapat dicegah sedini mungkin.
Dan yang terakhir menurut Masri, ditengah maraknya gerakan terorisme, Kepolisian Republik Indonesia berhasil membongkar sel-sel terorisme yang mengganggu keamanan nasional.
“Hal ini ditandai dengan adanya penangkapan dimana-mana. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam 100 hari ini juga telah menunjukkan sinergitas antar institusi negara dalam pemberantasan terorisme,” pungkasnya. (Jimmy)







