Catat, Kapitalisme Lebih Bahaya Dari Komunisme

by

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ancaman bahaya kebangkitan aliran politik atau paham komunis tidak kalah berbahayanya dari kapitalisme. Praktek kapitalisme saat ini sudah di depan mata dan ini justru lebih membahayakan idiologi Pancasila.

Demikian pendapat mantan anggota DPR RI dan politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Bruno Kaka Wao terkait isu bangkitnya komunis pada setiap peringatan Gerakan 30 September atau G30S/PKI.

“Peristiwa G30S/PKI 55 tahun silam adalah peristiwa kelam yang tidak bisa hilang dari memori kolektif kita. Tetapi kapitalisme di depan mata lebih berbahaya dan harus diwaspadai karena sudah menggurita,” kata Bruno di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Dia mengatakan, sendi-sendi kehidupan dewasa ini sudah cenderung bersifat kapitalis yang bisa memicu perpecahan bangsa karena ketidakadilan. Ironisnya lagi, praktek kapitalisme itu justru berbaju Pancasila.

“Kapitalisme sudah tidak terkendali. Lihat saja betapa nampak kesenjangan di masyarakat, perbedaan yang kaya dan miskin,” kata Bruno seraya menambahkan, pejabat pemerintah pun hampir semua orang-orang kaya.

Pada saat orang semakin banyak kesulitan untuk cari makan, disisi lain partai-partai politik terlihat menjadi agen kapitalis. Partai politik serba transaksional, semua berurusan dengan uang. Dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak ini misalnya, sangat erat kaitannya dengan uang.

“Ada lagi sebagian masyarakat yang hidup dengan konsumerisme, ini kapitalisme yang membahayakan idiologi Pancasila,” kata Bruno.

Meski demikian, tambah dia, pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi masih mengingat kepentingan rakyatnya.

“Untung Presiden Jokowi masih mikir kepentingan masyarakat,” ujar Bruno. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *