Kemenhaj: 97.139 Jemaah Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci, Penguatan Bimbad dan Kesehatan Jadi Fokus Utama

by
Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa. Foto: Kemenhaj RI

BERITABUANA.CO, JAKARTA-Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memaparkan hingga 5 Mei 2026, sebanyak 250 kloter dengan 97.139 jemaah dan 996 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air. Sementara itu, 239 kloter dengan 92.739 jemaah dan 952 petugas telah tiba di Madinah dan menempati akomodasi yang disiapkan.

Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga terus berlangsung bertahap. Tercatat 88 kloter dengan 34.244 jemaah dan 352 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa, menegaskan bahwa seluruh proses operasional terus dikawal secara ketat oleh petugas.

“Seluruh proses pergerakan jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tertib sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” ujar Suci sebagaimana keterangan pers yang disirkan dalam YouTube Kemenhaj RI, Rabu (6/5/2026).

Suci menuturkan, memasuki hari ke-16 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Kemenhaj RI menekankan pada penguatan layanan bimbingan ibadah, perlindungan jemaah, serta peningkatan kualitas layanan Kesehatan.

Penguatan layanan bimbingan ibadah hingga kini, sebanyak 29.497 jemaah telah memperoleh tasreh (izin) masuk Raudhah, dengan tambahan 341 izin terbit pada 5 Mei 2026.

Jemaah diimbau menggunakan aplikasi Nusuk untuk mengakses layanan masuk ke Raudhah sesuai jadwal.

“Kami terus memperkuat layanan bimbingan ibadah, termasuk pendampingan bagi jemaah sakit serta edukasi ibadah di sektor dan fasilitas kesehatan. Ini penting agar jemaah dapat beribadah dengan benar dan sesuai tuntunan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan perlindungan jemaah, Kemenhaj mendorong pemanfaatan Aplikasi Kawal Haji sebagai kanal pengaduan berbasis digital.

Aplikasi ini memungkinkan pelaporan real-time terkait layanan konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga laporan jemaah atau barang hilang.

“Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak jemaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya,” tegas Suci.(Fadloli/Media Center Haji 2026)