Ekonomi Daerah Tercekik Asap, Sektor Kehutanan dari Tumbuh Tinggi Jadi Minus

by
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud. (Foto: IG)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menggerus nadi perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap aktivitas ekonomi di sektor kehutanan dan sejumlah wilayah terdampak terpukul cukup dalam.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengatakan sinyal pelemahan paling jelas terlihat di subsektor kehutanan. Jika pada kuartal II-2026 sektor ini masih perkasa dengan pertumbuhan 6,02 persen, maka di kuartal III-2026 langsung berbalik arah dan mengalami kontraksi 2,52 persen.

“Jadi bisa diamati secara langsung pertumbuhan lapangan usaha subsektor kehutanan yang kuartal III ini kontraksi 2,52 persen, jauh turun dibanding kuartal II,” ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Menurut Edy, secara nasional dampak karhutla memang tidak terlalu dominan, namun jika dibedah per wilayah, tekanannya sangat terasa di daerah-daerah yang menjadi langganan asap. Laju ekonomi di pulau-pulau terdampak terlihat tertahan.

Di Pulau Kalimantan, misalnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2026 hanya mencapai 3,96 persen, melambat dari periode yang sama tahun lalu yang masih di level 4,68 persen. Di Sumatera, pertumbuhannya stagnan di angka 4,95 persen, hanya tipis naik dari 4,90 persen pada kuartal III-2025. Nasib serupa dialami Sulawesi yang melambat menjadi 5,68 persen dari sebelumnya 5,84 persen.

Sebaliknya, wilayah yang minim terdampak karhutla justru melesat. Jawa masih mampu tumbuh tinggi hingga 5,84 persen, naik dari 5,17 persen tahun lalu. Bali dan Nusa Tenggara bahkan melonjak ke 6,08 persen dari 4,72 persen, serta Maluku dan Papua naik menjadi 4,42 persen dari 3,11 persen pada periode yang sama tahun lalu.

“Di beberapa provinsi yang terdampak memang kalau kita perhatikan pertumbuhannya agak tertahan, terutama di daerah seperti Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah,” pungkas Edy. (Kds)