Menteri P2MI, Mukhtarudin Ajak PMI di Seluruh Dunia Jaga Nama Baik Indonesia

by
Menteri P2MI, Mukhtaruddin. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengajak seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 sebagai penguat persatuan, semangat juang, dan kebanggaan terhadap Tanah Air.

Mukhtarudin menegaskan, PMI bukan sekadar tenaga kerja di luar negeri, melainkan juga representasi Indonesia yang membawa nama baik bangsa melalui kerja keras, kedisiplinan, dan kejujuran.

Pesan tersebut disampaikan Mukhtarudin melalui unggahan di akun Instagram pribadinya dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda bagi seluruh Pemuda-Pemudi Pekerja Migran Indonesia di manapun berada, tetap kompak & solid membawa nama baik Indonesia,” tulis Mukhtarudin.

Ia juga menilai perjuangan PMI di luar negeri mencerminkan pengabdian kepada keluarga sekaligus kontribusi bagi bangsa.

“Setiap keringat yang diteteskan di negeri orang adalah bukti nyata perjuangan membela keluarga & bangsa tercinta,” lanjutnya.

Patriotisme dan Solidaritas PMI

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 2026 mengusung tema Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yakni “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Mukhtarudin mengaitkan ketiga nilai tersebut dengan kehidupan PMI yang bekerja jauh dari keluarga dan kampung halaman.

Nilai patriotik, menurut dia, tercermin dari kecintaan terhadap Tanah Air serta komitmen menjaga reputasi Indonesia di lingkungan kerja masing-masing.

Sementara itu, kegigihan terlihat dari perjuangan PMI menghadapi tantangan kehidupan di negara penempatan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semangat tersebut juga perlu diwujudkan melalui peningkatan keterampilan agar PMI dapat berkembang menjadi tenaga kerja yang terampil dan profesional.

Adapun nilai empati diwujudkan melalui kepedulian dan solidaritas antarsesama PMI. Mukhtarudin mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan saling menguatkan agar pekerja migran tidak menghadapi persoalan di negeri orang seorang diri.

Sumpah Pemuda sebagai Semangat Pekerja Migran

Mukhtarudin menegaskan, semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada peringatan seremonial. Nilai persatuan dan kebangsaan perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk oleh PMI di negara penempatan.

“Di manapun kalian berada, kalian tetap Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia. Sumpah Pemuda bukan hanya diucapkan di Jakarta, tapi dibuktikan setiap hari oleh PMI dengan kerja keras, disiplin, dan kejujuran. Teruslah menjadi Duta Bangsa yang membanggakan,” tutup Mukhtarudin.

Pesan tersebut menempatkan PMI sebagai bagian dari generasi muda Indonesia yang berperan menjaga citra bangsa di tingkat internasional, sekaligus berjuang meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pekerjaan di luar negeri. (Ery)