SEJAK ditunjuk menjabat Kapolda Riau awal Oktober 2026 lnspektur Jenderal Arman Achdiat segera mengambil langkah-langkah kongkrit.
Ia segera menyusun peta jalan untuk memimpin wilayah Propinsi Riau atau propinsi yang dijuluki “Bumi Lancang Kuning”.
Road Map yang dicanangkan Pak Arman diambil dari kata RIAU yaitu “Responsif, lnisiatif, Antisipatif dan Universal”. Secara umum tagline ini sudah mencakup tantangan dan persoalan-persoalan kriminalitas krusial yang dihadapi wilayah Riau.
Salah satu persoalan paling krusial saat ini adalah Karhutla yang menjadi langanan wilayah Riau setiap tahun. Sementara yang tak kalah pentingnya antipasi perdagangan narkoba.
Baru beberapa hari lrjen Arman memimpin Kepolisian Daerah Riau membongkar jaringan peredaran narkotika lintas negara skala besar. Dalam pengungkapan ini, petugas menyita barang bukti sabu seberat 46,93 kilogram dengan perkiraan mencapai Rp 84,49 miliar.
Dua tersangka berinisial AFF (32) bersama saudaranya, NS (32), yang merupakan warga Binjai, Sumatera Utara, diringkus karena diduga kuat terlibat dalam jaringan tersebut.
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat mengungkapkan, bahwa pengungkapan kasus fantastis ini merupakan hasil operasi intensif yang digelar sejak 2 Oktober 2026.
Penindakan ini menjadi bukti komitmen kepolisian untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba, bukan hanya menyasar level kurir atau pengedar lapangan, melainkan mengejar para bandar dan pengendali utama jaringan internasional.
Provinsi Riau memang menghadapi berbagai tantangan kriminalitas yang kompleks, mulai dari kejahatan lingkungan, peredaran narkotika jaringan internasional,karena berada di dekat jalur laut Selat Malaka.
Sindikat narkoba internasional sering mengunakan Selat Malaka dan pelabuhan -pelabuhan kecil di Pulau Bengkalis dan Meranti serta di pesisir seperti kota Dumai.Di kota Pekanbaru yang sudah menjelma menjadi kota metropolitan, sehingga kejahatan jalanan (street crime) tak kalah dengan kota-kota besar di lndonesia.
Apalagi Pekanbaru sudah menjadi jalur utama arus barang, jasa dan arus ekonomi lintas timur ke Medan dan Aceh.
Kejahatan yang tak kalah masif adalah kejahatan lingkungan, pembakaran lahan untuk membuka perkebunan sawit, yang kini sedang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
Diakui Polda Riau telah menangani puluhan perkara Karhutla dengan puluhan tersangka dan mencakup ratusan hektar lahan yang terbakar. Polisi mengandalkan teknologi seperti Dashboard Lancang Kuning untuk mendeteksi titik api secara cepat.
Inspektur Jenderal Arman Achdiat, pasti kini melakukan pemetaan wilayah untuk untuk menentukan langkah-langka bersama timnya di Polda Riau. Sekaligus berkeliling silaturahmi ke Forkopimda Riau.
Irjen Arman, punya track record yang panjang di kepolisian. Walau melihat pengalamannya banyak berkiprah di lingkup Lalu lintas, tapi jenderal lulusan Akpol ini punya brevet intel dan reserse.
Sebab itu Arman, pernah menjabat Kasatserse Polwiltabes Bandung. dan banyak berkecimpung di bidang kejahatan-kejahatan jalanan kota Bandung yang police hazard nya cukup tinggi.
Sebab itu tagline RIAU dapat diaplikasikan dengan tagline Kapolri “Polri Bersama Masyarakat”
*Nico Karundeng* – (Redaksi www.beritabuana.co)







