BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tidak benar info mengenai akuisisi saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) oleh Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Isu yang sempat beredar ramai di media sosial itu, dipastikan tidak benar.
Sebelumnya, pengusaha batu bara itu, dipastikan mengambil alih 30 persen saham Bayan Resources (BYAN) melalui emiten JARR. Transaksi jumbo itu, diperkirakan bakal mengubah peta persaingan bisnis pertambangan di Tanah Air.
Bank Central Asia (BBCA) menegaskan bahwa isu mengenai akuisisi saham BBCA oleh Haji Isam yang beredar di media sosial merupakan informasi yang tidak benar.
“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip Minggu (27/9/2026).
Untuk itu, Hera mengimbau nasabah dan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang ada. Hendaknya mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel.
BCA juga menegaskan senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas dan sesuai regulasi yang berlaku.
Sejauh ini, kepemilikan saham BCA masih didominasi PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) dengan 67,73 miliar saham atau 54,94 persen.
Saham yang tercatat sebagai milik masyarakat mencapai 44,64 persen, yang terdiri atas 2,51 persen saham masyarakat warkat dan 42,13 persen saham masyarakat nonwarkat.
Perubahan terjadi pada tingkat pengendali terakhir setelah meninggalnya Bambang Hartono, sebagaimana disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi pada 31 Juli 2026.
Sebelumnya, Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono merupakan pemegang saham PT DIA yang sekaligus merupakan pemegang saham pengendali terakhir BCA.
Kemudian setelah Bambang Hartono meninggal dunia, terjadi perubahan pemegang saham pengendali PT DIA menjadi Robert Budi Hartono.
Persentase kepemilikan Robert di PT DIA yang tidak berubah, yaitu 51 persen. Dengan demikian, Robert Budi Hartono menjadi pemegang saham pengendali terakhir BCA.
Satu hal, sementara itu, Haji Isam melalui perusahaannya PT Jhonlin Baratama (JARR) pada 16 September lalu, menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low selaku pemilik mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Melalui perjanjian jual beli saham bersyarat pada 16 September 2026 itu terkait dengan rencana pengalihan 10.000.000.500 atau sepuluh miliar lima ratus saham biasa atau setara 30 persen kepemilikan atas BYAN kepada Jhonlin Baratama.
Infonya, setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya atau seluruh syarat pendahuluan, Haji Isam akan memiliki 30 persen dari total saham beredar BYAN yang sebanyak 33.333.335.000 lembar saham.
Sejak itu, pemberitaan mengenai sepak terjang bisnis Haji Isam makin masif saja, termasuk soal isu rencana pengambilalihan saham BCA itu. (OSC).







