BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kondisi ekonomi kini yang semakin sulit diprediksi mendorong kebutuhan nasabah bank terhadap solusi perlindungan kekayaan dalam jangka panjang. Perubahan ekonomi yang berlangsung cepat membuat proyeksi kondisi ekonomi dalam lima hingga 10 tahun ke depan semakin sulit dilakukan secara akurat.
Dalam konferensi pers Wealth Prestige Protection di Jakarta, Jumat (2/10/2026), Executive Vice President Wealth Management Bank Central Asia (BBCA) Indrawan mengatakan kondisi ekonomi kini yang semakin sulit diprediksi mendorong kebutuhan nasabah bank terhadap solusi perlindungan kekayaan dalam jangka panjang.
“Agak sulit untuk memprediksi misalnya lima tahun ke depan mau bagaimana, 10 tahun ke depan mau bagaimana. Karena perubahannya sangat cepat,” kata Indrawan.
Kondisi ekonomi global dan domestik saat ini juga semakin terhubung sehingga perubahan yang terjadi di suatu negara dapat berdampak terhadap negara lainnya.
Karena itu, kebutuhan perlindungan kekayaan menjadi semakin relevan karena masyarakat perlu mengantisipasi berbagai risiko dalam jangka panjang, termasuk inflasi dan perubahan nilai tukar.
Indrawan mengatakan nilai kekayaan dalam nominal yang sama dapat memiliki daya beli yang berbeda pada masa mendatang akibat inflasi.
“Uang Rp1 miliar sekarang dengan uang Rp1 miliar 10 tahun lagi mungkin akan sangat berbeda,” ujar Indrawan.
Kecenderungan nilai rupiah terhadap dolar AS serta potensi inflasi menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan ketika masyarakat merencanakan perlindungan kekayaan untuk jangka panjang.
Dengan semangat itu, Bank BCA menghadirkan solusi perlindungan seperti Prestige Pro bekerja sama dengan AIA Indonesia. Program ini dirancang untuk memberikan perlindungan dalam jangka panjang hingga usia 99 tahun.
Penggunaan denominasi dolar AS dalam produk tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi ketidakpastian nilai rupiah dalam jangka panjang.
Solusi perlindungan kekayaan perlu dirancang dengan mempertimbangkan berbagai risiko sehingga nilai yang diperoleh nasabah tidak hanya diharapkan stabil, tetapi juga dapat tumbuh untuk mengimbangi tekanan inflasi.
Indrawan mengatakan BCA tidak menetapkan target penjualan produk tertentu yang kemudian harus dikejar oleh tenaga pemasar. Pendekatan tersebut dilakukan agar kebutuhan nasabah tetap menjadi dasar dalam menawarkan solusi wealth management.
Menurut Indrawan dengan pendekatan kebutuhan nasabah solusi dapat lebih tepat sasaran dan sesuai preferensi karakter nasabah yang dituju. (OSC).







