KRI Sriwijaya Tiba di Jakarta – Kapal Induk Pertama Indonesia Resmi Sandar di Tanjung Priok

by
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi sandar di Pelabuhan Tanjung Priok. (Foto: Inilah.com)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sejarah maritim Indonesia tercipta. Kapal induk pertama Indonesia resmi tiba di Tanah Air pada Jumat (18/9/2026) pukul 07.58 WIB di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi (C-551) itu menyelesaikan pelayaran epik 25 hari dari Italia setelah bertolak dari pangkalan Taranto pada 24 Agustus 2026 dengan kru campuran Italia-Indonesia.

“Kapal ini menempuh rute strategis global, melintasi Selat Malaka dan masuk perairan Indonesia pada Kamis 17 September sebelum sandar pagi ini,” tulis laporan kedatangan.

Setelah serah terima resmi pada 24-25 September nanti, kapal ini akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya – beberapa sumber menyebut KRI Sriwijaya-100 atau KRI Gajah Mada – dan menjadi kapal induk pertama dalam sejarah TNI AL.

Bukan Raksasa, Tapi Legenda

Jangan bayangkan kapal sebesar milik Amerika. Garibaldi adalah light aircraft carrier – kapal induk ringan yang cerdas dan lincah.

Dibangun di galangan Fincantieri Monfalcone, kapal ini diletakkan lunasnya pada 26 Maret 1981, diluncurkan 11 Juni 1983 dan resmi bertugas di Marina Militare pada 30 September 1985. Nama lengkapnya diambil dari pahlawan penyatuan Italia, Giuseppe Garibaldi.

Spesifikasi Kunci (Data Resmi):

• Dimensi: Panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, draft 6,7 meter

• Bobot: 13.850 ton (muatan penuh) / 14.150 ton versi terbaru

• Mesin: 4 turbin gas FIAT COGAG berkekuatan 81.000 hp, kecepatan 30 knot

• Jangkauan: 7.000 mil laut pada 20 knot

• Kru: 830 personel termasuk wing udara

• Kapasitas Udara: 18 helikopter EH101, SH90A, AB212 atau 16 jet tempur STOVL AV-8B Plus Harrier II

• Persenjataan: Peluncur Albatros untuk rudal Aspide permukaan-ke-udara, 3 sistem pertahanan jarak dekat DARDO dengan meriam Breda 40/70, serta sistem pertahanan aktif dan pasif

Meski deknya tidak sepanjang kapal induk super, kemampuan STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing) membuatnya bisa meluncurkan Harrier tanpa ketapel – sebuah lompatan teknologi di eranya.

Veteran 5 Medan Perang

Usianya 41 tahun, tapi jam terbangnya tidak main-main. Kapal ini adalah veteran operasi global:

• Somalia (1994-1995)

• Yugoslavia / Kosovo (1999)

• Operation Enduring Freedom, Afghanistan (2001-2002) sebagai kapal komando

• Lebanon (2006)

• Libya (2011)

• Flagship Operasi Uni Eropa Sophia (2015-2017) di Mediterania Tengah untuk misi anti-perdagangan manusia Hibah

Gratis yang Tidak Gratis

Kenapa Italia menghibahkan kapal induknya secara cuma-cuma Jawabannya ada di angka. Parlemen Italia menyetujui transfer ini pada 28 April 2026 melalui Pasal 311 Kode Militer setelah melalui dekrit kementerian 19 Februari, persetujuan Senat 24 Maret, dan Komite Anggaran 14 April.

Dalam dokumen parlemen yang dikutip Reuters, Italia menghitung:

• Nilai residu akuntansi kapal: €54.022.426,67 (sekitar Rp1,11 triliun)

• Biaya perawatan jika disimpan di pelabuhan: €5 juta per tahun atau setara Rp103,5 miliar hanya untuk listrik, keamanan, dan perawatan minimal

• Biaya pembongkaran / scrapping: Hampir €19 juta atau sekitar Rp393,4 miliar, bahkan laporan terbaru menyebut €18,7 juta

Transfer gratis ke Indonesia dinilai sebagai opsi termurah bagi Italia dibandingkan harus terus membayar atau membongkarnya.

Bagi Indonesia, ini bukan berarti gratis sepenuhnya. TNI AL tetap harus menyiapkan anggaran besar untuk modernisasi, perawatan, bahan bakar, dan penyesuaian sistem tempur agar sesuai kebutuhan Nusantara. Namun menurut TNI AL, kapal ini masih bisa berdinas 15-20 tahun lagi dan mampu membawa hingga 14 helikopter sekaligus untuk misi tempur maupun kemanusiaan.

Indonesia Masuk Klub Elit Asia

Dengan kedatangan Garibaldi, Indonesia resmi menjadi negara ke-5 di Asia yang mengoperasikan kapal induk, sejajar dengan China (Liaoning, Shandong, Fujian), India (Vikramaditya, Vikrant), Jepang (Izumo, Kaga yang dimodifikasi), dan Thailand (HTMS Chakri Naruebet).

Bedanya, Indonesia menegaskan peran awal kapal ini bukan hanya untuk perang. Dalam beberapa pernyataan resmi, KRI Sriwijaya diproyeksikan sebagai kapal komando, rumah sakit terapung, dan pangkalan tanggap bencana – termasuk untuk penanganan kebakaran hutan yang bisa membawa 10 helikopter pemadam sekaligus.

Dari hadiah yang menyelamatkan anggaran Italia, menjadi simbol baru kekuatan maritim Indonesia. Selamat datang di rumah, Garibaldi. (Dadang Sugandi/Dikutip dari berbagai sumber)