BERITABUANA.CO, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menetapkan status kekeringan meteorologis level Awas kini mencakup sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan pemutakhiran BMKG pada 10 September 2026, kondisi tersebut ditemukan di sejumlah daerah di Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan untuk periode 11-20 September 2026.
Dalam peringatannya, seperti dikutip Senin (14/9/2026), BMKG membagi peringatan kekeringan meteorologis menjadi tiga tingkatan, yakni Waspada, Siaga, dan Awas. Status Awas menjadi level yang perlu mendapat perhatian paling serius dalam peringatan tersebut.
Untuk wilayah yang masuk kategori Awas tersebar di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Kalimantan Barat. Jadi, bisa dicatat bahwa ancaman kekeringan tidak hanya muncul di wilayah pedesaan atau sentra pertanian, tetapi juga mencakup sejumlah kawasan perkotaan di Tanah Air.
Sejumlah daerah di Jawa Barat juga masuk status Awas. Di antaranya, Bekasi, Bogor, Ciamis, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kota Bekasi, Kuningan, Majalengka, Subang, Sukabumi dan Sumedang. Untuk Pangandaran dan Tasikmalaya tercatat berada pada status Siaga.
Kemudian, kondisi serupa juga terlihat di Banten dengan sejumlah wilayah masuk status Awas. Daerah tersebut meliputi Kota Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang.
Pada Kepulauan Bangka Belitung, status Awas mencakup Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur. Bangka Barat serta Pangkalpinang masuk kategori Siaga.
Sementara itu, Sumatera Selatan juga menghadapi kondisi kekeringan dengan tingkatan berbeda di sejumlah daerah. Status Awas tercatat meliputi Banyuasin, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Muara Enim, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur.
Untuk Ogan Komering Ulu serta Ogan Komering Ulu Selatan berada dalam status Waspada. Palembang, Prabumulih, Lahat, Musi Rawas, Lubuk Linggau dan Empat Lawang masuk kategori Siaga.
Lalu, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian besar karena jumlah daerah berstatus Awas cukup banyak. Dari daftar BMKG tersebut, terdapat 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang masuk kategori Awas.
Lihat saja, mencakup Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Surakarta dan Kota Semarang. Selain itu, status Awas juga berlaku di Cilacap, Brebes, Tegal, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Pekalongan, Banjarnegara dan Kebumen.
Lainnya, yang masuk kategori Awas adalah Wonosobo, Batang, Purworejo, Kendal, Magelang, Klaten, Boyolali, Demak, Jepara, Kudus, Grobogan, Blora dan Rembang. Status yang sama juga tercatat di Pati, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo dan Wonogiri.
Untuk di luar daerah-daerah tersebut, BMKG mencatat sebagian wilayah Jawa Tengah berada dalam status Siaga. Daerah itu meliputi Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Semarang dan Temanggung.
Dalam catatan BMKG, kekeringan meteorologis terjadi ketika curah hujan di suatu wilayah berada di bawah kondisi normal klimatologis dalam periode tertentu. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh variabilitas maupun anomali cuaca dan iklim.
Kalau berlangsung dalam waktu panjang, kekeringan meteorologis dapat berkembang menjadi kekeringan pertanian, kekeringan hidrologis hingga kekeringan sosial-ekonomi. Masuk akal jika peringatan dini diperlukan agar pemerintah dan masyarakat dapat menyiapkan langkah antisipasi sebelum dampaknya semakin luas.
Jadi, kepada masyarakat harap memperhatikan peringatan yang diberikan BMKG, agar bisa kemengantisipasi keadaan, sebelum beraktivitas di luar ruang. (OSC).







