BERITABUANA.CO, LUMAJANG – Madrasah Aliyah (MA) Syech Tambuh menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2026-2027. Sebanyak empat pasangan calon turut berkompetisi dalam pesta demokrasi siswa tersebut.
Pemilihan digelar di Masjid Al Misry, Pesantren Skill Nurul Hayat Lumajang, Selasa (8/9/2026). Seluruh siswa, siswi, dan guru MA Syech Tambuh turut berpartisipasi dengan memberikan hak suaranya.
Empat pasangan yang maju dalam pemilihan tersebut yakni pasangan nomor urut satu Achmad Khoiron Nuvannudin-Dewa Adi Saputra. Kemudian pasangan nomor urut dua Muhammad Ilham A’Rofi-Putu Satria Waicaksana.
Selanjutnya, pasangan nomor urut tiga atas nama Aura-Amira dan pasangan nomor urut empat atas nama Siti Khoiriyah-Silvia Dwi Ananta.
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM menjadi salah satu momentum penting dalam pembelajaran demokrasi di lingkungan madrasah. Proses tersebut tidak hanya menjadi ajang bagi para kandidat untuk berkompetisi menjadi pemimpin siswa, tetapi juga memberikan kesempatan kepada seluruh warga madrasah untuk menentukan pilihannya secara langsung.
“Melalui pemilihan tersebut, para siswa belajar memahami proses demokrasi sekaligus menyalurkan aspirasi mereka. Hak suara yang diberikan menjadi representasi dari kehendak dan pilihan siswa dalam menentukan sosok yang dinilai mampu memimpin OSIM selama satu periode ke depan,” kata Direktur Yayasan Syech Tambuh yang menaungi MA Syech Tambuh, Muhammad Umar Fadloli, Selasa (8/9/2026)
Fadloli begitu biasa disapa menuturkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa sebagai pelajar Pancasila.
“Mereka tidak hanya diajarkan mengenai demokrasi secara teoritis, tetapi juga diberikan pengalaman langsung dalam menjalankan proses demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan memilih, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai,” ujarnya.
Dalam proses pemilihan, lanjutnya, siswa didorong untuk berpikir kritis dengan mengenali visi, misi, serta kapasitas masing-masing pasangan calon. Dengan demikian, pilihan yang diberikan diharapkan lahir dari pertimbangan yang matang dan bukan sekadar berdasarkan kedekatan personal.
Ruang Pembelajaran
“Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami pentingnya kepemimpinan yang mampu mengakomodasi aspirasi seluruh warga madrasah,” katanya.
Partisipasi aktif seluruh siswa dan guru dalam pemilihan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa demokrasi dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan. Dari proses sederhana memilih pemimpin organisasi siswa, peserta didik belajar mengenai musyawarah, perbedaan pilihan, tanggung jawab, serta pentingnya menerima hasil secara sportif.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, tanggung jawab sosial, sikap kritis, dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Dengan pengalaman mengikuti proses demokrasi sejak di bangku madrasah, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang memahami bahwa setiap suara memiliki arti dan setiap pilihan harus disertai dengan tanggung jawab. (Tim)







