Polri Targetkan Membangun 1.500 SPPG yang Mempertahankan Zero accident

by
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

BERITABUANA.CO, BOGOR – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG di tahun 2026.

Saat ini hingga bulan Juni, kata Listyo Sigit, Polri sudah memiliki 1.415 SPPG, dengan rincian 828 SPPG telah beroperasi, 227 SPPG dalam tahap persiapan operasional, dan 360 SPPG dalam tahap pembangunan.

Hal tersebut disampaikan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya di acara Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor, Rabu (1/7/2026).

Beberapa SPPG telah dibangun di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Diperkirakan ada sekitar 3,5 juta penerima manfaat MBG ini.

“Termasuk 33 di antaranya dibangun pada daerah 3T. Seluruh SPPG tersebut diperkirakan dapat melayani 3,5 juta penerima manfaat serta menyerap 70,7 ribu pekerja,” ungkapnya.

Selain itu, SPPG Polri ini juga telah memiliki beberapa sertifikat terkait kelayakan produk makanan. Polri juga telah menyusun buku menu beragam.

“SPPG Polri telah memiliki 348 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, 146 Sertifikat Jaminan Produk Halal, 285 Sertifikat Uji Lab Air, 305 chef terlatih, serta telah menyusun buku “Rasa Bhayangkara Nusantara” yang berisi 80 menu beragam, sehingga dapat menambah variasi makanan sertamemastikan terpenuhinya standar nutrisi,” katanya.

SPPG Polri juga didukung dengan berbagai macam fasilitas. Hal ini membuat SPPG Polri sampai saat ini mempertahankan zero accident.

“Termasuk penggunaan sarana pendukung lainnya seperti tandon air stainless, filter air dan filter reverse osmosis, water heater, bio tank IPAL, steamer food tray, rak food tray UV, dan test kit guna menerapkan prinsip food safety secara konsisten dalam proses pengolahan, sehingga sampai dengan saat ini, alhamdulillah SPPG Polri berhasil mempertahankan zero accident,” tuturnya.

Polri dalam hal ini juga mengembangkan sumber pangan mandiri. Upaya ini untuk membangun ekosistem supply chain.

“Polri juga terus mengembangkan sumber pangan atau rantai pasok mandiri, seperti greenhouse, kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing, dan ayam, serta gudang sentral bahan pasok. Melalui langkah tersebut, Polri membangun ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk kelompok petani, peternak, nelayan, dan koperasi, sehingga dapat mendorong kesejahteraan pelaku usaha lokal,” ujarnya. (CS)