Jemaah Haji di Madinah Ramai-ramai Puji Layanan dan Fasilitas yang Diberikan oleh Kemenhaj

by
Jemaah Haji Asal Embarkasi Surabaya (SUB), Kiki Amirotul Atkia dan rombongan di Madinah. (Foto: Muhammad Umar Fadloli)

BERITABUANA.CO, MADINAH – Jejak langkah kaki jamaah haji asal Embarkasi Surabaya (SUB), Jawa Timur di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, seolah menghapus segala lelah usai penerbangan panjang dari Tanah Air.

Senyum bahagia terpancar dari wajah mereka saat merasakan langsung fasilitas transportasi (pesawat), akomodasi (hotel penginapan) dan konsumsi yang diterimanya saat berda di Madinah.

“Alhamdulillah bahagia dan terharu, pelayanan bagus mulai dari pesawat sampai hotel, apalagi keluar hotel langsung pelataran Masjid,” ujar Jemaah asal KBIHU Haromain Pasuruan, Kiki Amirotul Atkia ditemui dipelataran Masjid Nabawi, Jum’at (1/5/2026).

“Bapak menteri untuk Kementerian Haji Indonesia, untuk semua petugas Haji Indonesia, terimakasih banyak sudah memberikan pelayanan yang terbaik dan The best untuk jemaah haji Indonesia,” sambung Kiki.

Rasa rindu akan kampung halaman juga seketika terobati saat menyantap makanan yang diberikan sebagai konsumsi jemaah. Sebab, makanan tersebut dimasak dengan bumbu khas Nusantara.

Meski sesekali terselip rindu pada masakan rumahan berkuah, kelezatan menu yang disajikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI sukses menjaga stamina jamaah.

“Makanannya enak di lidah kita, istimewa, walau kadang kangen sayur bayam atau kelor berkuah, tapi secara umum semuanya bagus,” tutur Ibu Istianah, jamaah asal Pasuruan, menceritakan pengalaman kulinernya yang menyenangkan.

Tidak hanya itu, Jemaah juga merasa aman berkat kesigapan para petugas haji berbaju dan berompi cokelat (seragam khusus petugas Haji dari Kementerian Haji dan Umrah RI) yang membuktikan komitmen haji ramah perempuan, lansia dan ramah disabilitas.

Menurutnya, ketika kelelahan mulai menghinggapi jamaah usia lanjut, sentuhan medis yang cepat tanggap langsung diberikan tanpa birokrasi yang menyulitkan.

“Pelayanan petugas joss dan gercep, orang sakit langsung didatangi ke kamar dan diberi tindakan inisiatif tanpa pakai lama,” ungkap jemaah haji asal Surabaya, Ibu Reni.

Ia mengaku mendapatkan layanan tersebut sebab dirinya sempat jatuh sakit namun kini telah kembali sehat bugar.

Budaya Antre dan Sabar

Jemaah juga terus diedukasi untuk senantiasa mengedepankan budaya antre dan kesabaran, baik saat di lift hotel maupun saat mendaftar ke Raudhah. Terkait hal ini, petugas dengan telaten mendampingi jamaah yang gagap teknologi agar seluruh rombongan tetap mendapatkan hak ibadahnya melalui pemanfaatan aplikasi digital.

“Petugas tidak ada yang cuek, sangat bagus mengarahkan termasuk membantu kami menggunakan aplikasi Nusuk, jadi kita tidak kerepotan,” ujar jemaah Haji asal Embarkasi SUB, Istianah menyoroti layanan edukasi yang sangat membantu kelancaran ibadah jamaah.

“Terima kasih pak menteri haji atas pelayanannya, sangat baik, sangat puas kami. Semoga kita diberikan kesehatan semua, ” tambahnya.

Kisah-kisah humanis dari petugas Haji di kota Madinah ini menjadi bukti nyata keseriusan Kemenhaj RI dalam memuliakan tamu Allah. Hal inipun membuahkan apresiasi mendalam dari seluruh rombongan.

“Kami ucapkan ribuan terima kasih kepada Kemenhaj, terutama Bapak Menteri, Gus Irfan dan wakilnya, Gus Dahnil atas semua yang diberikan kepada kita semuanya, ” tutup Ustadz Muhammad Badril Alfan, mengakhiri perbincangan penuh syukur di pelataran Masjid Nabawi, Madinah. (Fadloli)