BERITABUANA.CO, MADINAH– Proses pergeseran jemaah haji Indonesia gelombang pertama dari Madinah menuju Makkah mulai berlangsung hari ini. Pergeseran perdana diawali jemaah Haji Embarkasi YIA 01 (Yogyakarta) sebanyak 360 orang.
Kepala Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, memberikan apresiasi khusus kepada jemaah asal Yogyakarta, yang dinilai menunjukkan tingkat kedisiplinan luar biasa. Menurutnya, ketertiban Kloter YIA 1 layak menjadi percontohan bagi kloter-kloter lainnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kepatuhan jemaah terhadap instruksi petugas serta sinergi yang kuat antara Ketua Kloter dengan pihak Sektor.
”Kloter YIA 1 sangat tertib. Semua jemaah mengikuti arahan dengan baik, dan Ketua Kloternya pun bersinergi penuh dengan petugas di lapangan. Ini yang kita harapkan agar proses mobilisasi berjalan lancar,” ujar Ramlan kepada wartawan yang tergabung dalam Tim MCH Daker Madinah di Hotel Taiba Front, Kamis (30/4/2026)
Ia menekankan bahwa kunci kelancaran pendorongan adalah manajemen waktu. Ia mengimbau agar jemaah disiplin terhadap jadwal yang telah ditentukan oleh petugas.
” Jika diminta berkumpul di bus pukul 05.00 WAS, jemaah diharapkan sudah siap di lokasi. Jangan baru bergegas pukul 06.00 jika diminta pukul 05.00. Keterlambatan satu orang bisa mengganggu ritme seluruh rombongan dan jadwal perjalanan ke Makkah,” tegasnya.
Setelah jemaah naik ke bus, tim Sektor 1 melakukan penyisiran (sweeping) ke seluruh kamar hotel untuk memastikan tidak ada jemaah maupun barang bawaan yang tertinggal. Hasilnya, untuk kloter asal Yogyakarta, dipastikan bersih.
“Tadi kami sudah menyisir semua kamar. Untuk jemaah Jogja, nihil. Tidak ada jemaah yang tertinggal di kamar, dan tidak ada satu pun barang yang tercecer,” tambah Ramlan.
Secara keseluruhan, terdapat 6 kloter di Sektor 1 yang diberangkatkan hari ini dari Madinah menuju Makkah. Para jemaah tersebut sebelumnya menginap di dua hotel utama yakni Hotel Taiba Front dan Hotel Makarem Suite.
Meski sebagian besar berangkat sesuai jadwal, terdapat beberapa jemaah yang harus menunda keberangkatannya karena alasan kesehatan. Tercatat ada jemaah dari embarkasi PLM (Palembang), KNO (Medan), dan JKG (Jakarta) yang saat ini sedang dalam perawatan.
Petugas memastikan bahwa jemaah yang sakit akan tetap diberangkatkan ke Makkah segera setelah kondisi kesehatan mereka dinyatakan stabil dan fit oleh tim medis, kemungkinan pada esok hari. (Fadloli)







