BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketum Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA), Edy Suryanto secara resmi menyatakan bahwa peristiwa KRL menabrak Taksi dan KRL ditabrak kereta cepat Argo Bro Anggrek di Stasiun Bekasi Timur tidak hanya dapat diposisikan sebagai insiden operasional semata. Lebih dari itu harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan, tata kelola operasional, pola kepemimpinan, serta arah transformasi perkeretaapian nasional secara berkelanjutan.
Peristiwa teraebut, kata Edy, menjadi catatan penting dalam sejarah perkeretaapian nasional tahun 2026 dan harus disikapi dengan langkah evaluatif yang serius, objektif, dan bertanggung jawab.
“Kami akan terus memonitor perkembangan penanganan pascakejadian beserta dinamika yang berkembang dengan pendekatan yang objektif, konstruktif, dan mengedepankan kepentingan keselamatan publik serta keberlangsungan sistem transportasi nasional,” tegas Edy dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).
SPKA, lanjut Edy akan mendorong agar proses evaluasi dilakukan secara mendalam, transparan, komprehensif, dan profesional, sehingga mampu melahirkan langkah-langkah perbaikan yang nyata, terukur, serta berorientasi jangka panjang demi penguatan sistem keselamatan perkeretaapian nasional.
Edy berpandangan, transformasi perkeretaapian nasional harus dibangun melalui sistem manajemen dan kepemimpinan yang kuat, disiplin, adaptif, serta berbasis mitigasi risiko dan budaya keselamatan yang konsisten.
“Modernisasi tidak cukup hanya berorientasi pada kesan kecanggihan (sophisticated), namun harus mampu menghadirkan efektivitas sistem, ketepatan pengambilan keputusan, peningkatan kualitas pengawasan operasional, serta perlindungan nyata terhadap keselamatan manusia,” kata Edy.
Keselamatan publik, perlindungan pekerja, dan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api, kata Edy, juga harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan, pengawasan, dan proses transformasi di lingkungan perkeretaapian nasional.
Edy pun kembali memastikan, pihaknya akan terus monitor perkembangan dinamika untuk perbaikan, evaluasi system dan solusi paten permanen jangka panjang secara komprehensif sistem manajemen/kepemimpinan dan transformasi perkeretaapian yang tepat dan efektif. Bukan merasa canggih (sophisticated).
Menutup pernyataan resmi SPKA, Edi berharap mendapat perhatian serius, serta mendapatkan perhatian, dukungan, dan kerja sama rekan-rekan media nasional maupun internasional. (Kds)







