Kabar Gembira dari Mulia Boga Raya, RUPS Putuskan Pembagian Dividen Rp89,8 Miliar

by
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), kemarin, menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp89,88 miliar, atau setara 50,09 persen dari laba bersih senilai Rp179,44 miliar pada tahun buku 2025. (Foto: SINDOnews)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kabar gembira dari PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU). Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) KEJU, kemarin, menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp89,88 miliar, atau setara 50,09 persen dari laba bersih senilai Rp179,44 miliar pada tahun buku 2025.

Direktur Utama KEJU Indrasena Patmawidjaja dalam keterangan resmi di Jakarta, seperti dikutip Rabu (21/4/2026), diketahui dividen tunai perseroan setara Rp16 per saham. Itu yang akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham pada 13 Mei 2026, dengan Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen itu adalah yang terdaftar pada 1 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

Dirut Indrasena Patmawidjaja mengatakan perseroan masih mencatatkan kinerja yang tumbuh di tengah gejolak di tingkat global. Salah satunya didorong kontribusi perseroan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Produk kami masih menjadi keju nomor satu di Indonesia, untuk itu kami siap menjadi mitra bagi berbagai pihak untuk meningkatkan penetrasi keju pada masyarakat Indonesia agar pertumbuhan kinerja tahun ini sentiasa terus berkelanjutan ke depan,” kata Indrasena.

Sementara itu, dari laba bersih senilai Rp179,44 miliar yang dikurangi dividen tunai Rp89,88 miliar, sisanya sekitar Rp89,35 miliar digunakan oleh perseroan sebagai cadangan umum yang belum ditentukan penggunaannya.

Di luar itu, dana sebesar Rp200 juta ditetapkan oleh perseroan sebagai cadangan wajib untuk memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang penggunaannya sesuai dengan Pasal 21 Anggaran Dasar Perseroan.

Rencana strategis KEJU 2026

Terkait rencana strategis 2026, perseroan masih akan melakukan sejumlah langkah penting. Pertama, memperkuat posisinya di channel General Trade (GT) dan Modern Trade (MT) dengan produk-produk kategori snacking.

Kedua, mempertahankan posisi MBR sebagai keju nomor 1 Indonesia. Lalu, ketiga, memperkuat partnership di channel Food Service dengan konsep ONEGARUDAFOOD untuk menjadikan MBR sebagai mitra utama bisnis.

Untuk penetrasi ke dunia Internasional, perseroan akan mengembangkan pasar yang berfokus di Asia Tenggara, sekaligus menjelajahi wilayah baru di luar Asia Tenggara.

Satu hal, perseroan akan memulai operasi di Pabrik baru Sumedang pada Juli 2026, yang akan mendorong peningkatan kapasitas produksi. Selain itu, juga akan melanjutkan standardisasi system, pelaporan, dan analisis sebagai bagian dari ONEGARUDAFOOD.

Indrasena mengemukakan, perseroan akan mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan untuk meningkatkan kualitas SDM. “Sejalan dengan itu kami akan meningkatkan penetrasi keju masyarakat Indonesia serta memperkuat Brand Equity untuk meningkatkan pangsa pasar perseroan.”

RUPST juga mengumumkan bahwa dalam tahun 2025, perseroan membukukan laba bersih yang tumbuh 22,1 persen year on year (yoy) menjadi Rp179,44 miliar, dibandingkan senilai Rp146,88 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Data yang ada menunjukkan, laba bersih perseroan ditopang oleh penjualan bersih yang tumbuh 19,1 persen (yoy) menjadi Rp1,50 miliar pada 2025, dibandingkan senilai Rp1,26 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, 2024. (Osc).