BERITABUANA.CO, MADINAH –Sebanyak 360 jemaah haji Indonesia asal Yogyakarta yang tergabung dalam kloter pertama mendarat di Bandara AMAA pada pukul 06.20 WAS. Jemaah haji yang berasal dari Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) 01 sebelumnya berangkat pada pukul 00.02 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 6501.
Menyusul Yogyakarta, kloter 1 dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 1) juga tiba di Madinah. Rombongan ini diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada pukul 01.42 WIB, mengalami penundaan hampir satu jam dari jadwal awal pukul 00.45 WIB.
Kloter JKG 1 tercatat membawa 391 jemaah, di mana 82 di antaranya adalah lansia. Seluruh jemaah ini nantinya akan menempati akomodasi di Makarim Suites Apartment. Hotel ini berada persis didepan pintu masuk Masjid Nabawi pintu 330.
Berbeda dengan jemaah Yogyakarta, jemaah asal JKG 1 mendarat dan masuk melalui jalur Fast Track (Makkah Route). Fasilitas ini memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sepenuhnya saat jemaah masih berada di Indonesia.
Dampaknya, waktu tunggu di bandara Madinah dapat dipangkas secara signifikan. Jemaah yang tiba bisa langsung berjalan keluar terminal dan langsung menaiki bus yang mengantarkan mereka ke hotel masing-masing tanpa perlu antre panjang untuk pemeriksaan dokumen.
Sementara itu, untuk Jemaah asal Embarkasi YIA 1 harus menjalani proses administrasi keimigrasian, termasuk pemeriksaan kartu Nusuk yang kini menjadi syarat wajib dari Pemerintah Arab Saudi. Pemeriksaan tahun ini diketahui lebih ketat dibanding sebelumnya.
Setelah itu, para jemaah berangkat menuju ke hotel yang berada di Taiba Front. Lokasi hotel sangat dekat dengan Masjid Nabawi, bahkan bersebelahan dengan area pagar masjid.
Ada 15 Kloter
Pada hari ini, dijadwalkan ada 15 kloter jemaah haji Indonesia yang tiba di Madinah. Mereka berasal dari 11 kloter dengan jumlah 5.977 Jemaah.
Kloter tersebut diantaranya, empat embarkasi yakni Jakarta (Pondok Gede), Makassar (UPG), Solo (SOC), dan Surabaya (SUB) masing-masing memberangkatkan dua kloter. Jumlah jemaah per kloter bervariasi, berkisar antara 360 hingga 445 orang, termasuk petugas.
Setiap kloter didampingi tiga petugas utama, yakni petugas pemandu, pembimbing ibadah, dan tenaga kesehatan, guna memastikan pelayanan optimal selama pelaksanaan ibadah haji. (Fadloli)







