BERITABUANA.CO, JAKARTA – Duka menyelimuti Indonesia setelah seorang prajurit TNI, Praka Farizal Romadhon, gugur dalam serangan artileri saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Insiden yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan itu kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian Indonesia di luar negeri.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3/2026) pukul 20.44 waktu setempat atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB. Pos penjagaan pasukan perdamaian Indonesia dilaporkan terkena hantaman proyektil artileri yang meledak di sekitar Desa Adchit al-Qusayr—wilayah yang dikenal rawan konflik.
Berdasarkan keterangan resmi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), serangan tersebut terjadi di area operasi pasukan penjaga perdamaian yang berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hingga kini, situasi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan masih fluktuatif.
Praka Farizal Romadhon (28) merupakan anggota Batalyon Infanteri Raider Khusus 113/Jaya Sakti, Bireuen, Aceh. Kepergiannya tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan satuannya, tetapi juga duka mendalam bagi bangsa Indonesia.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit tersebut. Ia menilai pengorbanan Praka Farizal mencerminkan dedikasi tinggi prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
“Saya atas nama pribadi dan keluarga besar PDI Perjuangan Aceh menyampaikan duka mendalam. Almarhum gugur dalam tugas mulia, ini adalah kehilangan besar bagi bangsa,” ujar Jamaluddin dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, almarhum merupakan simbol keberanian dan komitmen prajurit TNI dalam menjalankan mandat internasional. Menurutnya, pengabdian Praka Farizal menjadi bukti nyata kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian global.
“Pengorbanan almarhum adalah yang tertinggi. Kita semua berutang penghormatan atas jasa-jasanya. Semoga menjadi amal jariyah dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia,” katanya.
Keikutsertaan Indonesia dalam misi penjaga perdamaian dunia telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan ribuan personel TNI yang ditempatkan di berbagai wilayah konflik. Insiden ini kembali mengingatkan bahwa di balik misi kemanusiaan tersebut, para prajurit menghadapi ancaman nyata yang dapat merenggut nyawa kapan saja. (Asim)







