BERITABUANA.CO,JAKARTA- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan pesan bagi para Mubaligh dan imam tarawih dalam mengemban tugas selama bulan Ramadan 1447 H/2026 M. Hal tersebut disampaikannya di acara pelepasan Mubaligh dan Imam Tarawih Pondok Pesantren Asadiyah melalui konferensi video Zoom, Jakarta, (17/2/2026).
Mengawali arahannya, Menag mengingatkan para mubaligh muda untuk merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. “Umur boleh muda, tetapi sudah mampu berbuat baik kepada masyarakat luas. Jangan takut jika salah,” ujar Menag Nasaruddin Umar.
Meski begitu, Menag juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama tugas pengabdian. “Pelihara kesehatan, jangan sampai karena terlalu aktif beribadah, makan dan tidur tidak teratur, lalu kolaps,” pesannya.
Menag lalu menyampaikan pesan mengenai metode dakwah. Ia mengingatkan bahwa para mubaligh harus menyesuaikan materi dakwah dengan audiens, metode, dan media yang digunakan.
“Kenali medan dakwah dan sesuaikan materi serta metode yang digunakan dengan objek yang dituju,” jelasnya.
Menag juga menekankan pentingnya meningkatkan ibadah selama Ramadan. Ia berharap para mubaligh mendoakan orang tua, guru, dan masyarakat serta seluruh umat di Indonesia agar selalu mendapatkan kemajuan dan keberkahan.
Menag lalu meminta para pembina di daerah untuk intensif memantau perkembangan mubaligh, terutama yang berada di daerah terpencil. “Jangan sampai ada mubaligh yang sakit, terlantar, atau tidak mendapatkan perhatian,” tegasnya.
“Semua persoalan yang dihadapi para mubaligh, seperti kesehatan, akomodasi, dan makanan, harus diatasi oleh Pembina”.
Menag mengucapkan terima kasih kepada pimpinan daerah dan jajarannya yang telah memberikan perhatian khusus kepada para mubaligh. Ia berharap agar fasilitas yang diberikan mencakup tempat yang memadai, kendaraan untuk mobilitas, serta makanan dan sahur yang cukup selama Ramadan. (Fadloli/Kemenag.go.id)







