BERITABUANA.CO, JAKARTA – CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan pada Jumat (6/2/2026) akan dilakukan peletakan batu pertama untuk 6 proyek hilirisasi Indonesia. Kepastian ini diperoleh setelah seremoni groundbreaking yang awalnya dijadwalkan pada 28 Januari 2026.
“Kami rencananya ada 6 proyek hilirisasi yang kami akan lakukan groundbreaking-nya, rencananya pada tanggal 6 sore hari, ya,” ujar Rosan yang juga menteri investasi kepada pers, usai rapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menurut Rosan groundbreaking keenam proyek tersebut akan dilakukan secara serempak di enam lokasi.
Rencananya kata Rosan, bersamaan peletakan batu pertamanya. baik dari Kalimantan Barat, Cilacap (Jawa Tengah), Banyuwangi (Jawa Timur), dan proyek lainnya.
“Ya, ada 6 proyek lah, jadi kami akan lakukan bersamaan,” ujar Rosan.
Sebelumnya seperti diungkap Rosan, salah satu proyek hilirisasi yang bakal dimulai itu, adalah peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi, dengan rencana investasi Rp20 triliun yang disediakan Danantara Indonesia.
Sementara itu, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan bahwa proyek yang akan segera memasuki tahap groundbreaking adalah hilirisasi bauksit menjadi alumina, pabrik bioetanol, hingga bioavtur.
Dengan proyek itu nantinya, Indonesia berarti sudah siap menuju negara berbasis industri.
Untuk diketahui, pendanaan oleh Danantara merupakan bagian dari rencana hilirisasi pangan yang lebih besar. Rencana ini melibatkan sejumlah BUMN sektor pangan yakni PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Berdikari.
Melalui keterlibatan BUMN, negara hadir memberikan kepastian bagi peternak, dari bibit, rantai pasok hingga pemasaran hasil usaha, sehingga harga tidak lagi dikendalikan sepenuhnya oleh pasar bebas yang sering merugikan peternak/produsen kecil. (Osc).







