BERITABUANA.CO, JAKARTA– Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Teguh Dwi Nugroho mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan haji secara lebih profesional, modern, dan terintegrasi. Hal tersebut dikarenakan posisi Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia.
“Dari total 281 juta penduduk Indonesia, sekitar 244 juta jiwa atau 87 persen merupakan umat Islam, ” kata Teguh saat memberikan pembekalan kepada peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jum’at (16/1/2026).
“Dengan jumlah jemaah sebesar itu, negara harus hadir secara penuh memastikan penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, efisien, dan berorientasi pada pelayanan jemaah,” sambung Teguh.
Teguh menuturkan, pengelolaan haji yang kuat bukan hanya soal teknis keberangkatan dan pemulangan jemaah saja. Menurutnya, pengelolaan haji juga menyangkut citra bangsa dan hubungan diplomatik Indonesia dengan Arab Saudi serta negara-negara lain.
“Pengelolaan haji membutuhkan kepemimpinan sektoral dan kelembagaan yang fokus, kuat, dan berintegritas, ” tutupnya. (Fadloli)







