Kepala Kemenag Jember: Program yang Ditawarkan MTs Plus Skill Nurul Hayat Bagus dan Menarik

by
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd resmi menyerahkan Izin Operasional (IZOP) kepada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Plus Skill Nurul Hayat Jember. FOTO ISTIMEWA

BERITABUANA.CO, JEMBER- Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd resmi menyerahkan Izin Operasional (IZOP) kepada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Plus Skill Nurul Hayat Jember. Penyerahan ini dilakukan di Pesantren Skill Nurul Hayat Jember, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Senin, (22/12/2025).

“Saya mengucapkan selamat atas terbitnya IZOP MTs Plus Skill Nurul Hayat. Madrasah telah dinyatakan layak secara administratif dan teknis untuk menyelenggarakan pendidikan,” kata Dr. Santoso mengawali sambutannya.

Ia pun mengapresiasi upaya Yayasan dan Pengelola Pesantren dalam memenuhi semua persyaratan. “Sebenarnya, saat ini masih moratorium penerbitan IZOP di seluruh Indonesia, salahsatunya Jawa Timur,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Santoso, ada beberapa Lembaga yang ingin mengajukan tetapi tidak bisa diproses. “Ada yang bertanya, kita hanya minta izin saja, tanah milik sendiri, bangunan juga tidak minta bantuan tetapi masih sulit,”kata Santoso mengungkapkan terkait pemberian IZOP.

“Tapi, kalau yang disini (MTs Plus Skill Nurul Hayat) saya kira persyaratannya memang betul-betul disiapkan, apalagi program yang ditawarkan cukup bagus dan menarik. Mungkin itu yang menjadi daya tawar akhirnya IZOP dikeluarkan,” paparnya.

Direktur Pesantren Skill Nurul Hayat Jember, Muhammad Dafiqul Fitrah menyampaikan rasa syukur atas terbitnya IZOP MTs Plus Skill Nurul Hayat. Ia mengungkapkan, dengan terbitnya izin ini akan menambah semangat dalam mendidik para pelajar dan menyiapkan lulusannya jadi yang terbaik dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.

“Dengan terbitnya izin operasional ini menjadi amanah bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas Pendidikan. Apalagi, saat ini sudah masuk revolusi Industri 4.0 dan menuju 5.0,” ucap Dafiqul saat memaparkan terkait MTs Plus Skill Nurul Hayat Jember.

Ia lalu memaparkan beberapa program pembelajaran yang sudah dijalankan di MTs Plus Skill Nurul Hayat. Pembelajar tersebut mulai pembelajaran materi hingga ekstra seperti desain grafis,coding,trading,pertanian dan peternakan modern, pembuatan pupuk, hingga silat.

“Melalui paparan ini, kami ingin menunjukkan kesiapan madrasah dan pesantren dalam pendidikan terintegrasi antara keilmuan agama, akademik, dan keterampilan,” ucap Dafiqul penuh percaya diri di depan Kepala Kemenag Kabupaten Jember.

Tunjukkan Kesiapan Madrasah

Kembali, Dr. Santoso menegaskan, bahwa IZOP bukan sekadar dokumen formal, tapi titik awal tanggung jawab besar untuk menjaga mutu pendidikan. Ia lalu menyoroti visi-misi dan kegiatan madrasah yang dipaparkan pihak yayasan.

“Saya tertarik dengan visi madrasah agro dan tekno. Kegiatan peternakan, pertanian modern, hingga penguatan keterampilan IT seperti coding ini menunjukkan kesiapan madrasah menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Menurutnya, integrasi pendidikan agama dengan keterampilan berbasis agro dan teknologi memberikan nilai tambah bagi lulusan agar siap bersaing. “Saya juga petani. Tadi, saya mendengarkan paparan sangat senang, karena dengan praktek langsung maka kedepan lulusan dari madrsah ini akan langsung bisa praktek,” tuturnya.

“Dengan lahan yang sangat luas ini akan menjadi kelebihan dari MTs Plus. Apalagi, siswanya juga diajari membuat pupuk organic sendiri, kayaknya lain Waktu bisa belajar membuat pupuk disini,” sambung Dr. Santoso yang disambut tawa ustadz dan ustadzah. (Daf/FDL87)